10 Klomtan Terima Bantuan Alsintan untuk Tanaman Perkebunan dan Holtikultura

oleh
Bantuan alsintan untuk kelompok tani perkebunan dan holtikultura. Foto: RDH/Swara.

Sepuluh kelompok tani di Gunungkidul menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Gunungkidul, pada akhir Mei lalu. Bantuan alsintan tersebut guna mendukung  Pengembangan Kawasan Perkebunan dan Hortikultura Gunungkidul terutama sektor komoditas tembakau, yang diserahkan kepada 10 kelompok tani di 6 kecamatan, yaitu: Purwosari, Panggang, Paliyan, Ngawen, Semin dan Wonosari, dan sebanyak 2 buah pompa air untuk 2 kelompok di Kecamatan Ponjong dan Playen.

Bantuan hibah alsintan tersebut terealisasi melalui dana APBD 2019 Kabupaten Gunungkidul. Bantuan alsintan tersebut diberikan melalui kelompok tani berupa 10 unit cultivator, dan 2 unit pompa. Jenis cultivator yang diberikan berupa cultivator Quick cakar baja dengan motor penggerak Honda GX 200, main rotary blade B + rotary group (RTH) + iron wheel + ridger, sedangkan pompa air berukuran 3 Inch dengan kekuatan 6 PK yang mempunyai implemen selang buang dan selang hisap.

Dibanding dengan traktor, cultivator memiliki beberapa keunggulan, yaitu mutu pekerjaan olah tanah menjadi lebih baik, tanah lebih dalam dan gembur, efisiensi waktu dan biaya lebih murah, praktis dalam penggunaannya karena ringan dan mudah dikendalikan serta dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan pekerjaan.

Cultivator juga dilengkapi dengan beberapa perlengkapan, seperti Main Blade yang digunakan untuk mengolah lahan. Lebar dan kedalaman tanah dapat diatur, kecepatan maju dan putaran pisau mudah diatur serta mudah dikendalikan sehingga tanah akan tuntas dalam pengolahannya. Main Blade ini terbagi menjadi tiga macam type dengan spesialisasi pengolahan lahan yang berbeda-beda.

Alsintan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ir. Bambang Wisnu Broto, dan didampingi pejabat dan jajaran staf Bidang Perkebunan dan Hortikultura. Dalam sambutanya, Bambang menyampaikan bahwa kelompok patut bersyukur atas bantuan yang yang telah dibantukan. Bentuk syukur yang bisa diwujudkan yakni dengan penambahan kawasan Pengembangan Tanaman Perkebunan (Tembakau) mengingat tahun ini pengembangan kawasan tembakau mencapai 20 Ha. Selain itu pengembangan kawasan hortikultura yang tidak kalah penting mengingat animo masyarakat dalam menanam tanaman sayuran saat ini semakin meningkat.

Bambang juga berpesan agar alat yang sudah dibantukan selalu dirawat dan dicatat waktu penggunaan. Tujuan dari dibantukannya cultivator dan pompa air adalah menekan biaya serta memudahkan petani dalam pengolahan lahan  dan dapat menyukseskan pengembangan kawasan Tembakau serta penambahan kawasan hortikultura di kabupaten Gunungkidul terutama saat musim kemarau, sehingga diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Gunungkidul. Dengan ajegnya produksi diharapkan juga dapat menekan lonjakan harga yang sering terjadi di pasaran.

Tujuan lain adalah menghasilkan plasma nutfah terutama untuk penghasil benih tembakau serta sayuran lainya. Dinas Pertanian dan Pangan mengharapkan dengan adanya bantuan Alsitan (Cultivator) dan Pompa Air ditingkat kelompok dibentuk UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alat mesin pertanian) di tingkat desa, atau minimal di dalam masing-masing kelompok ada unit kerja sarana prasarana alat mesin pertanian yang bertugas mengelola pemanfaatan alat mesin pertanian milik kelompok. (RDH/DispertanGk/Bara).

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.