Andhap Asor

oleh
Ragam sikap dan perilaku manusia Jawa juga tergambar pada seni pertunjukan reog. Foto: KHdoc.

Salah satu sifat manusia Jawa, setahu saya, adalah andhap asor atau rendah hati. Ia mempunyai kesadaran siapa dirinya, dari mana ia berasal, dan sejauh mana batas kekuatannya. Ia tidak menyombongkan kekuatan dirinya dan cenderung lemah lembut.

Meski demikian, jika ada kondisi yang memaksanya untuk bersikap keras, maka ia akan menunjukkan kekuatan dan daya juangnya. Kondisi itu misalnya dilecehkan harga dirinya atau direbut tanah pusakanya, maka ia akan mempertahankan dengan bertaruh nyawa.

“Sadumuk bathuk sanyari bumi ditohi pati”. Itulah ungkapan sikap dan responnya.

Ia tetap mempunyai perlengkapan keamanan dalam menjalani hidupnya yaitu senjata. Manusia modern menggambarkan kekuatannya dengan pistol, pesawat tempur, tank anoa, nuklir, dan lain-lainnya.

Begitu pula manusia Jawa, keris adalah salah satunya. Meski bukan satu-satunya makna, dengan keris ia akan bertarung dengan “Rawe-rawe rantas, malang-malang putung.”

Ketika ia dipercaya menerima amanat, maka ia akan mengembannya dengan sebaik-baiknya. Prosesi memulai menjalankan amanat dilakukan dengan membuka hati menerima berkat.

**

Tentang Penulis: Stef Listiantoro

Stef Listiantoro
Pelayan umat dan pegiat gerakan kemanusiaan lintas iman. Hobby menulis pengalaman perjalanan hidup. Tinggal di Semanu Gunungkidul.