ASPIPO Handayani: Wadah Kelompok Perbibitan Sapi PO di Gunungkidul

oleh
Pengukuhan Asosiasi Perbibitan Sapi PO "Aspipo Handayani". Foto: SWT/DPP-GK.

Pada Kamis (19/9/2019) telah terbentuk Asosiasi Perbibitan Sapi PO (ASPIPO) di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Asosiasi ini diberi nama Handayani. ASPIPO Handayani sebelumnya merupakan organisasi Gabungan Kelompok Perbibitan Sapi PO (Gapokbitnak) Handayani, perkumpulan kelompok perbibitan sapi PO Kecamatan Playen dan Wonosari  yang telah terbentuk pada tahun 2015.

Mengacu peraturan yang berlaku, agar dapat melaksanakan usaha yang lebih baik lagi, termasuk agar dapat mendapatkan pembinaan dan kegiatan dari pemerintah, maka Gapokbitnak harus bertransformasi menjadi sebuah Asosiasi. Landasan formalnya adalah Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang pembinaan kelembagaan petani, di mana ruang lingkup pembinaan kelembagaan petani meliputi:

  1. Kelompok Tani
  2. Gabungan Kelompok Tani
  3. Asosiasi Komoditas Pertanian
  4. Dewan Komoditas

Menurut peraturan tersebut, yang disebut Gabungan Kelompok Tani hanya meliputi 1 kecamatan saja. Kareta itu, Gapokbitnak yang merupakan gabungan dari kelompok- kelompok yang ada di 2 kecamatan harus membentuk asosiasi yang merupakan gabungan kelompok dalam tingkatan 1 kabupaten.  Dari pertemuan Gapokbitnak Handayani pada bulan Maret tahun 2018 telah disepakati untuk merubah Gapokbitnak menjadi Asosiasi Perbibitan Sapi PO (Aspipo) Handayani. Setelah kurun waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan dan melengkapi persyaratan sebuah asosiasi, maka pada tanggal 19 September 2019 ditandantangi SK pengukuhan Asosiasi Perbibitan Sapi PO oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.

Untuk pertama kalinya, Asosiasi Perbibitan sapi PO (ASPIPO) Handayani diketuai oleh Sabar, Sekretaris Sugiyarto, dan Bendahara Tugiran. Sampai saat ini anggotanya berjumlah 25 kelompok perbibitan Sapi PO yang berasal dari kelompok perbibitan sapi PO di kecamatan Playen dan Wonosari.

Karena sudah menjadi asosiasi, maka ke depan apabila ada kelompok perbibitan sapi PO dari kecamatan lain di Gunungkidul yang akan bergabung pada ASPIPO bisa diterima menjadi anggota. Syarat menjadi anggota adalah mampu memenuhi AD-ART ASPIPO Handayani.

Acara pengukuhan ASPIPO Handayani dilaksanakan di balai Desa Banaran pada tanggal 19 September 2019 pukul 09.00 WIB. Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnubroto, dan dihadiri tamu dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian.

Kepala DPP Bambang Wisnubroto menegaskan, bahwa dengan terbentuknya asosiasi, maka diharapkan ketersediaan bibit sapi PO dari Kabupaten Gunungkidul bisa tersedia dengan kontinyu dengan kualitas bibit yang benar-benar baik.  Untuk menambah semangat para peternak bibit sapi, Bambang mengharapkan agar pada even gumbrekan bisa dilaksanakan juga pameran ternak sapi sehingga dapat terlihat  potensi bibit sapi PO di Habupaten Gunungkidul.

Harapan ke depan, dengan semakin terlihatnya potensi bibit sapi di Kabupaten Gunungkidul, maka bibit sapi PO bisa dikenal luas, sehingga pemasaran bibit sapi PO bisa lebih optimal. (SWT/DPP-GK/Bara).

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.