Ayo Cermati Perbedaan Gelombang dengan Arus Air Laut

oleh
Pola arus dan gelombang air laut di Pantai Krakal. Swara/Tugi.

Beberapa hari ini situasi perairan pantai Gunungkidul diberitakan sedang mengalami gelombang tinggi. Beberapa perahu nelayan yang tambak dan bangunan yang menjorok garis pantai dikabarkan mengalami kerusakan lumayan parah. Tim SAR mengeluarkan himbauan agar para wisatawan untuk sementara tidak bermain air laut, agar terhindar dari risiko terkena dampak tingginya gelombang dan kuatnya arus air laut yang sedang ganas menerpa pantai.

Kejadian ini sesungguhnya menjadi perulangan sesuai musim yang sedang terjadi. Namun masyarakat masih kurang begitu peduli kejadian alam yang terus berlangsung. Jangankan peduli, memahami apa perbedaan gelombang air laut dan arus air laut pun terkadang memang masih kesulitan. Karena itu, ada baiknya kita kembali cermati apa perbedaan gelombang dan arus. Dalam hal ini adalah gelombang dan arus air laut.

Apa itu Laut?

Laut adalah bagian permukaan bumi yang sangat luas yang tertutup oleh air dan memiliki kadar garam yang relatif tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang laut disebut oceanografi yang di dalamnya terdapat cabang-cabang ilmu yakni geologi (oceanografi geologi), fisika (oceanografi fisis), kimia (kimia oceanografi ) dan biologi (biologi oceanografi).

Oceanografi geologi mempelajari asal usul terjadinya laut, kerak samudera, serta gempa dan vulkanik yang ada di dasar laut. Oceanografi fisis adalah mempelajari gelombang atau ombak dan arus laut. Kimia oceanografi adalah mempelajari kimia yang ada di dasar laut, sifat air laut, kadar garam air laut. Biologi oceanografi adalah mempelajari semua organisme yang ada di laut. Oleh karenanya dalam mempelajari laut memang sangat rumit dan pemahaman tentang laut.

Kembali ke pokok bahasan, menurut terjadinya, laut dibedakan menjadi:  1. Laut transgresi, yaitu laut yang terjadi karena tergenangnya daratan oleh air laut akibat pencairan es pada zaman akhir es; 2. Laut ingresi, adalah laut dalam yang terjadi karena dasar laut mengalami penurunan; dan 3. Laut regresi, adalah laut yang mengalami penyempitan akibat dari sendimentasi.

Menurut letaknya, laut dibedakan menjadi: 1. Laut tepi, adalah laut yang terletak di tepi benua yang seakan-akan terpisah dari pulau; 2. Laut pertengahan, adalah laut yang terletak di benua-benua; dan
3. Laut pedalaman, adalah laut yang letaknya di tengah-tengah benua atau dikelilingi daratan.

Menurut kedalamannya, laut dibedakan menjadi: 1. Zona literal, adalah laut yang terletak diantara garis pasang dan garis surut; 2. Zona neritik, adalah laut yang kedalamannya antara 0 – 200 meter; dan 3. Zona batial, adalah laut yang terletak pada kedalaman antara 200 – 1000 meter; dan d. Zona abisal, adalah laut yang kedalamannya 1000 – 6000 meter.

Kemudian, menurut hubungannya dengan daratan, laut dibedakan menjadi: 1. Samudera, disebut juga lautan, adalah laut yang sangat luas dan terletak diantara benua; 2. Laut, adalah peraian yang berada di antara pulau-pulau; dan 3. Teluk adalah bagian laut yang menjorok masuk ke daratan, 4. Selat adalah laut yang relatif sempit yang terletak diantara dua pulau; dan 5. Terusan adalah laut yang sengaja dibuat dengan menggali/memotong daratan sehingga menghubungkan dua perairan tang berbeda.

Apa itu Arus?

Arus laut adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lainnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya arus laut, yaitu: perbedaan kadar garam, perbedaan suhu, tiupan angin, dan perbedaan tinggi permukaan air laut. Arus laut dapat dicirikan dalam berbagai jenis, bisa berdasarkan suhu, faktor penyebab, dan berdasarkan letaknya.

Jadi, apabila ada orang bermain air laut di tepi pantai sampai terseret ke tengah, itu sesungguhnya bukan karena gelombang laut. Tetapi, arus air laut yang menyeretnya sampai ke tengah. Demikian pula, apabila perahu atau kapal di tengah laut yang bergeser posisinya, itu adalah karena adanya arus, gerakan massa air laut yang berpindah tempat.

Berdasarkan suhunya, arus dibedakan menjadi: 1. Arus panas, adalah arus yang memiliki suhu tinggi dari suhu air yang didatangi. 2. Arus dingin, adalah arus yang memiliki suhu lebih rendah dari pada air yang didatanginya.

Berdasarkan faktor penyebabnya, arus dibedakan menjadi: 1. Arus tetap, adalah arus yang memiliki arah tetap karena terpengeruh oleh tiupan angin pasang dan angin barat, kedua angin tersebut memiliki arah tiupan yang tetap; 2. Arus kompensasi, adalah arus yang terjadi karena perbedaan tinggi permukaan air laut. 3. Arus musim, adalah arus yang terjadi karena pengaruh bertiupnya angin muson; 4. Arus vertikal, adalah arus yang bergerak naik turun. Bergerak naik karena untuk mengisi  kekosongan massa air pada pangkal arus, dan bergerak turun karena terdesak oleh kedatangan arus pada ujung perjalanan arus.

Kemudian, berdasarkan letaknya, arus dibedakan menjadi: 1. Arus atas, adalah arus yang bergerak di permukaan laut. 2. Arus bawah, adalah arus yang bergerak di dasar laut.

Apa itu Gelombang?

Gelombang laut adalah gerakan naik turunnya air laut namun tidak disertai dengan perpidahan massa air laut. Terjadinya gelombang disebabkan oleh kecepatan angin, lama angin bertiup, luas daerah yang terpengaruh tiupan angin, kedalaman air laut, getaran kulit bumi di dasar laut. Di antara penyebab terjadinya gelombang, getaran kulit bumi di dasar laut merupakan penyebab timbulnya gelombang yang paling dahsyat dan paling besar daya rusaknya. Gelombang seperti ini disebut gelombang tsunami.

Pasang adalah pergerakan air sehingga permukaan air laut naik dan surut adalah pergerakan air sehingga permukaan air laut turun. Pasang surut dipengaruhi oleh gaya tarik matahari dan bulan terhadap bumi dan karena posisi bumi lebih dekat terhadap bulan maka gaya tarik bulan mempunyai pengaruh yang lebih tinggi terhadap terjadinya pasang surut air laut.

***

Tentang Penulis: Swara1

Swara1
SwaraGunungkidul - Berbagi dan Berdaya