Bicara kopi #2 : Mengenal jenis-jenis kopi

oleh

Pada tulisan terdahulu  telah kita baca bahwa kualitas rasa secangkir kopi sangat ditentukan oleh jenis biji dan pengolahan paska panennya. Sementara cara menyeduh hanya menyumbang 10% dari enak tidaknya secangkir kopi. Tentu kita perlu mengenal lebih jauh mengenai jenis-jenis kopi, sehingga suatu saat bisa menentukan kopi apa yang cocok bagi diri sendiri. Walaupun soal rasa itu personal banget, namun tentu ada pola umum sehingga suatu kopi disebut enak.

Nah untuk tahap awal bagi yang baru mengenal kopi tentu kita harus tahu nih, kopi itu ada berapa macam?

Kita mengenal 3 macam  jenis kopi yaitu Arabica , Robusta dan Ekselsa. Nah seperti apakah karakter masing-masing jenis kopi baca pada paparan berikut ini.

  1. Kopi Arabika

Pernah dengar kan kopi arabika. Memang jenis kopi ini sangat terkenal dan sering disebut. Pasarnya menguasari 70% kopi di dunia. Besar sekali ya potensinya. Kopi ini memang punya karakter rasa yang tidak hanya pahit namun juga muncul rasa lain seperti masam, manis, atau seperti coklat.

Ciri lain yaitu :

  • Memiliki bodi yang tebal bila disesap
  • Rasa kopinya lebih halus atau ringan
  • Baunya harum

Nah pasti penasaran kan mau coba sebenarnya seperti apa rasanya….

Eee tunggu duu lanjut baca yang dibawah yaaa

 

  1. Kopi Robusta

Kopi ini juga khas, karena rasanya pahit. Warna bijinya dari kecoklatan sampai kehitaman tergantung tingkat pemanggangan. Untuk mendapatkan rasa pahit yang banget, biasanya dipanggang sampai kehitaman.

Pasar kopi ini meliputi 30 persen kopi dunia.

  1. Ekselsa

Nah ini yang unik kopi ini karakter rasanya  di antara arabika dan robusta. Jadi kalau dibilang pahit ya tidak terlalu, dibilang masam ya ada dikit.

Nah bagi kamu yang baru belajar merasakan kopi atau baru migrasi dari minuman manis ke kopi tanpa gula ada baiknya dicoba jenis ekselsa ini biar tidak terlalu kaget.

 

Pengen ngopi enak silakan mampir  ke Kopi Angkringan Wonosari

Tentang Penulis: Heru Tricahyanto

Heru Tricahyanto
Saya seorang manusia biasa saja, lahir besar, dan tinggal di Wonasari. Bisa jadi karena cinta Gunungkidul atau memang kepepet ndak berani merantau yaaa. Sehari-hari menjadi tukang servis komputer, bakul wedang di Kopi Angkringan Wonosari kalau malam, kadang juga kelayapan ke Jogja sekedar melepas kangen (pada siapa?). Saya ndak bisa menjadi orang yang spesial pada satu hal, alias orang generalis, sehingga ndak lulus program Doktoral, karena memang gak kuliah doktoral (hehehe).