Bicara Kopi #4: Enak Mana Robusta atau Arabika?

oleh

Bahagia itu bukan apa yang terletak di depan mata,
Bahagia berasal dari hati,
Hati menjadi rumah untuk bahagia,
Hati menjadi sumber untuk bahagia.

Hai sobat Swaragunungkidul bagaimana kabarmu hari ini ? Semoga sehat dan bahagia yaa? Nah soal bahagia itu penting lho. Coba bayangkan kalau sobat punya banyak uang, tapi bawaannya sedih atau marah mulu, kan gak enak ya. Mau makan gak enak, tidur gak nyaman. Biar gak bete coba buat secangkir kopi, biar relaks dan aromanya bikin bahagia.

Mau minum kopi apa nih, Arabika atau Robusta? Lebih enak mana ya, Arabika atau Robusta?

Kopi sebenarnya ada 4 jenis namun yang paling terkenal ada dua, yaitu Robusta dan Arabika. Ada beberapa yang bilang Arabika lebih disukai dan lebih baik. Memang kopi ini menguasai 70% pasar kopi dunia. Kopi ini lebih banyak ditanam oleh pekebun kopi, karena pangsa pasar yang lebih luas dan harganya relatif lebih mahal. Variasi rasanya bermacam-macam jadi cukup menantang untuk dicoba sehinga banyak kedai punya ciri khas (signature) dengan menyajikan kopi arabika ini. Bunga kopi menyerbuk sendiri sehingga variasinya lebih rendah.

Habitat Arabika ini di ketinggian 600-2200 mdpl dan tumbuh baik pada suhu sejuk antara 15-24C dan curah hujan rendah (1200-2200 mm). Sebaliknya kopi Robusta biasa ditanam pada tempat yang lebih rendah, yaitu dari pinggir pantai sampai ketinggian 800 mdpl. Bisa tumbuh pada suhu hangat sampai panas 18-26C.

Kopi robusta bergantung pada penyerbukan silang dengan hasil per hektar lebih tinggi. Arabika cenderung memiliki rasa yang lebih manis, lembut, dan asam. Jadi Arabika ini rasanya tidak terlalu pahit walaupun ada juga yang pahitnya kuat.

Seperti yang pernah saya rasakan Arabika dari Wamena Papua. Arabika dari Pulau Jawa seperti dari daerah Garut di pegunungan Papandayan, menurut penulis mempunyai rasa yang enak. Bodinya tebal dengan tingkat pahit medium namun muncul juga rasa masam. Papandayan yang diolah dengan fermentasi menghasilkan biji kopi wine, aromanya wangi sekali seperti anggur. Jejak aroma wangi ini bertahan beberapa saat sampai suhu kopi mulai mendingin. Hasil panen Arabika ini lebih sedikit sehingga harganya cenderung lebih tinggi.

Adapun mengenai Robusta variasi rasanya lebih sedikit, yaitu pahit yang tebal. Rasa masam tidak muncul di kopi Robusta ini. Namun secara pemeliharaan kopi ini lebih mudah sehingga hasil panennya lebih banyak.

Lalu kopi mana yang lebih enak yaaa?

Bagi sobat Swaragunungkidul yang suka kopi pahit ya bisa memilih kopi Robusta, namun yang belum terbiasa dengan rasa pahit ini cobalah kopi Arabika.

Pengen ngopi enak, silakan mampir ke Kopi Angkringan Wonosari!

Tentang Penulis: Heru Tricahyanto

Heru Tricahyanto
Saya lahir di Gunungkidul menyelesaikan SMP di Wonosari, lalu selepas itu ke Jogja sampai lulus kuliah. Belum pernah kerja kantoran walau punya ijazah, buka usaha komputer di Wonosari. Saat ini sedang menekuni hobi menulis dan usaha di bidang kuliner, yaitu warung Kopi Angkringan Wonosari