,

Cara Gampang Buka Usaha Kedai Kopi

oleh

 

Bagi sebagaian orang mendapatkan penghasilan dengan cara bekerja mandiri atau membuka usaha adalah sebuah pilihan yang sudah jamak di era saat ini. Anak-anak muda dengan talentanya yang luar biasa ditunjang dengan kemudahan fasilitas di era digital ini menjadi peluang yang amat besar dan mudah bagi generasi muda untuk memulai usaha sejak dini. Teorinya seperti itu, namun kenyataannya tidak semuah itu lho, saat akan memulai muncul berbagai keraguan dan pertanyaan. Misalnya yang saya alami dalam ilustrasi cerita ini.

Mas kalau buka usaha itu butuh modal berapa ? Itu pertanyaan yang sering saya dengar. Asumsi atau bayangan sebagian besar orang kalau mau buka usaha itu butuh modal besar, puluhan atau ratusan juga. Memang ada anak-anak muda yang beruntung mendapat sokongan dana dari keluarganya yang kaya, jadi seperti sulapan, mau buka usaha semua sudah tersedia. Namun pada kenyataannya banyak juga yang mulai dari nominal kecil atau bahkan nol, hanya dengan bekal ide dan dukungan keluarga terdekat.

Suatu waktu ada yang bertanya seperti ini kepadaku

Tanya :Kerja di mana Mas?

Saya : Di rumah aja

T: Wah bisnis sendiri ya.

S: Iya betul.

T: Wah enak ya bisnis sendiri.

S: Iya memang enak. ( Yang gak enak gue simpen dalam hati hehehe. Lo gak usah tahu saat aku galau ya)

T: Wah Mase punya modal sih. Aku pengin bisnis tapi gak punya modal.

S: Sudah punya ide mau bikin apa?

 

Modal,modal dan modal. Jika itu dipikir jadi hambatan maka akan jadilah penghambat.  Dalam persepsi banyak orang modal berarti uang. Padahal tidak harus seperti itu kan. Uang memang dibutuhkan dalam jumlah yang relatif. Namun ide yang konkrit itu lebih penting.

Ide konkrit misalnya begini, Anda pengin buka usaha kedai kopi, yang suasanya santai nyaman, seperti suana di rumah. Orang bisa duduk santai sambil ngobrol. Lokasi kedai tidak di jalan yang ramai agar suasana ngobrol lebih enak.

Nah itu kan ide bagus lho. Lalu bagaimana mewujudkannya bila uang atau anggarannya mepet. Nah coba jual ide itu untuk meyakinkan keluarga terdekat. Gak harus minta uang ke mereka. lalu mulailah dengan minta ijin agar boleh buka usaha di teras rumah. Meja,kursi gak usah beli, pinjam kursi tamu atau kursi teras  punya ortu. Tempat usaha teras rumah dan halaman rumah sebagai tempat parkir. Piring, gelas, kompor bagaimana ?  Alat-alat dapur pinjam punya ibu, nebeng dapurnya ibu untuk kegiatan masak memasak. Toh konsumen tidak perlu tahu dapurnya kan yang penting sajiannya.

Alat-alat kopi gimana kan mahal?
Halaah gak usah pusing. Di rumah ada blender yang untuk ngejus buah kan, pakailah itu sebagai alat gilingnya. Mulailah dengan kopi blender, biji kopi yang kamu siapkan digiling pakai blender punya ibu.  Saringannya? Sebagaian konsumen kopi di Gunungkidul masih senang dengan kopi tubruk alias tuang langsung di gelas lalu di seduh air panas. Kalau perlu saringan bisa memakai saringan teh biasa atau yang lebih lembut yang banyak dijual di pasar. Ada kafe di Jogja yang kopinya disaring pakai saringan teh juga dan punya penggemar. Jadi  menyeduh kopi pakai alat dapur biasa itu tidak bikin dosa!. Pede aja jika sudah mulai nggiling biji kopi dan diseduh langsung. Sudah gitu aja.
Lalu bagaimana mulai memperkenalkan usaha?

Bikin nama kedai, cetak di baner yang permeternya 15 ribu itu, lalu mulai posting di Facebook. Ig story whatshapp grup tiap hari tentang kedaimu.
Jangan lupa kasih nama yang menari teman-temanmu ingat nama kedaimu. Lalu berikan tanda lokasi di Google Maps, biar teman-temanmu mudah mencapai lokasi. Dah Anda sudah bisa buka tuh. Boleh menyandang  status PENGUSAHA.

Hidup itu  perlu dibuat gampang. Mariii ngopi ….

 

#tipsbisnisUKM

 

 

Tentang Penulis: Heru Tricahyanto

Heru Tricahyanto
Saya lahir di Gunungkidul menyelesaikan SMP di Wonosari, lalu selepas itu ke Jogja sampai lulus kuliah. Belum pernah kerja kantoran walau punya ijazah, buka usaha komputer di Wonosari. Saat ini sedang menekuni hobi menulis dan usaha di bidang kuliner, yaitu warung Kopi Angkringan Wonosari (http://gopi.link/2f274)