Cara Mengatasi Penyakit Bulai pada Tanaman Jagung

oleh
Penyakit bulai pada tanaman jagung. Dok: agronomy.com.
Penyakit bulai pada tanaman jagung. Dok: anakagronomy.com.

Para petani tanaman jagung sering dibuat gelisah oleh adanya serangan penyakit bulai pada tanamannya. Beberapa cara pengendalian telah dilakukan, namun sepertinya tidak membuahkan hasil yang maksimal.

Sebenarnya apa dan bagaimanakah penyakit bulai ini? Sebelum membahas bagaimana pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung, sebaiknya perlu mengetahui dulu gejala dan penyebab penyakit ini.

Penyakit bulai memiliki nama yang beragam di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa Tengah, penyakit bulai dikenal dengan nama omo putih, omo londo, dan omo bule. Di Jawa Timur dikenal dengan omo putih dan potehan, sedangkan di Jawa Barat dikenal dengan nama omo bados dan hama leur.

Penyakit bulai dapat terjadi secara sistemik yang kemudian meluas ke seluruh bagian tanaman dan dapat menimbulkan gejala lokal. Luasan serangan bulai tergantung kepada meluasnya cendawan di dalam tanaman yang terinfeksi. Gejala sistemik hanya dapat terjadi ketika cendawan mencapai titik tumbuh. Pada tanaman yang masih muda, daun-daun yang baru saja membuka mempunyai bercak klorotis kecil-kecil. Bercak ini akan berkembang menjadi jalur yang sejajar dengan tulang induk, sehingga cendawan penyebab penyakit berkembang menuju ke pangkal daun.

Pada umumnya daun di atas daun yang berbecak itu tidak bergejala. Daun-daun yang berkembang sesudah itu mempunyai daun klorotis merata atau bergaris-garis. Di waktu pagi hari pada sisi bawah daun terdapat lapisan beledu putih yang terdiri dari konidiofor dan konidium. Konidium yang masih muda berbentuk bulat, dan yang sudah masak dapat menjadi jorong.

Gejala penyakit bulai pada tanaman jagung antara lain sebagai berikut:

  • Ada bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas;
  • Adanya tepung berwarna putih pada bercak tersebut (terlihat lebih jelas saat pagi hari);
  • Daun yang terkena bercak menjadi sempit dan kaku;
  • Tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol;
  • Tanaman muda yang terserang biasanya akan mati (umur tanaman dibawah 1 bulan);
  • Kadang-kadang terbentuk anakan yang banyak, daun menggulung dan terpuntir.

Penyakit bulai pada tanaman jagung bisa disebabkan oleh beberapa jamur, di antaranya: Peronosclerospora maydis, P.philippinensis, P.sorghi, P. sacchari, P.spontanea, P.miscanthi, P. heteropogoni, P.Sclerophthora macrospora, S.raissiae var zeae dan Sclerospora graminicola.Adapun, cara penanganan yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini antara lain:

  • Tidak menanam jagung di daerah dingin dan lembab;
  • Gunakan varietas tahan penyakit bulai;
  • Penggunaan fungisida berbahan aktif metalaksil;
  • Menanam serempak;
  • Pergiliran tanaman beda famili;
  • Mencabut dan membakar tanaman jagung yang terserang bulai.

***

Referensi: www.anakagronomy.com

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.