Dari Status FB Jadi Air untuk Gunungkidul

oleh

Musim kemarau selalu menghadapkan sebagian masyarakat Gunungkidul pada situasi yang sulit. Air bersih selalu menjadi bagian dari persoalan yang seolah tak pernah terselesaikan. Semua pihak menyadari betul keadaan ini. Namun solusi jitu belum juga ditemukan sampai saat ini.

Berbagai teori dan gagasan muncul berlapis-lapis. Memberi pengharapan kepada seluruh masyarakat yang selalu berhadapan dengan situasi ini. Pemkab Gunungkidul melalui dinas-dinas terkait juga telah berupaya sedemikian rupa untuk menyelesaikan perkara ini bertahun-tahun dengan berbagai macam program. Namun, air bersih masih saja menjadi persoalan yang pelik di musim kemarau.

Bukan manusia Gunungkidul, jika tak terusik dengan keadaan ini. Tak mampu menjadi bagian dari penyelesaian masalah bukan berarti tinggal diam. Organisasi sosial, LSM dan berbagai komunitas bergerak semampunya untuk memberi bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Sambil menunggu realisasi program pemerintah yang paling jitu dalam mengatasi persoalan ini.

Bahkan tidak sedikit, orang-orang secara personal mengirim bertanki-tanki air bersih ke daerah yang membutuhkan. Salah satu cara unik untuk mengajak peduli sesama dalam persoalan air bersih ini adalah melalui media sosial facebook. Tidak hanya sekedar ajakan tetapi memberi ruang silaturahmi dan persaudaraan.

Terinspirasi dari sebuah status viral “Jika tembus 500 komentar saya akan ganti foto profil dengan mantan”. Akun FB bernama Untung Romone Kaysha warga Nglipar, Gunungkidul, merasa tergelitik untuk membuat gerakan yang lebih bermanfaat bagi orang lain.

“Jika tembus 400 komentar, kirim se tanki air ke daerah kekeringan” adalah status yang dibuat pada tanggal 31 Juli 2018. Lalu dengan metode saling mengajak (menantang) dengan cara mencolek teman di facebook terjadilah gerakan yang mendapat sambutan luar biasa.

Tercatat lebih dari 8 akun menyambut tantangan bapak 1 anak, dengan profesi buruh dan tani ini. Tentu dengan status kreatif yang semakin mengundang banyak orang untuk memberikan bantuan air bersih. Tak berhenti pada saling membuat status di facebook. Para donatur yang tergugahpun memberi dukungan hebat. Beberapa donatur memilih untuk mentransfer sejumlah uang agar dibelanjakan air bersih guna mendukung gerakan tersebut.

Dari status Untung saja, Untung mampu mengumpulkan donasi sebesar 600 ribu sampai tanggal 3 Agustus 2018, sebagai bentuk dukungan gerakan yang “migunani” ini. Belum lagi sambutan dari status fb beberapa akun.

Ketika dihubungi, Untung hanya menjawab singkat “Untuk mengatasi masalah ini saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya bisanya hanya ajak-ajak apa yang bisa kita lakukan secepat dan setepat mungkin. Dan saya memilih cara ini”. Rencananya donasi dalam bentuk uang akan disalurkan melalui salah satu Organisasi Masyarakat dari Gunungkidul dimana Untung aktif didalamnya.

Penggunaan medsos yang sehat dan bermanfaat tentu menjadi kesepakatan banyak penguna medsos. Salah satunya adalah membuat gerakan-gerakan yang berguna bagi masyarakat luas. Dan gerakan warga masyarakat Gunungkidul semacam ini layak mendapat apresiasi. Tentu semua harus menyadarai bahwa gerakan ini bersifat spontan dan monumental. Maka realisasi program pemerintah yang jauh lebih tepat dan berjangka panjang tetap terus dinanti oleh masyarakat Gunungkidul yang mengalami kesulitan air bersih ini.

Tentang Penulis: St Sujoko

St Sujoko
Warga Siyono Playen Gunungkidul. Pemilik Angkringan DHE, pecinta jalan-jalan dan fotografi.