Dispertan Gunungkidul Gelar Pelatihan Operasi Sesar untuk Hewan

oleh
Workshop penyegaran operasi sesar hewan di Dispertan Gunungkidul. Foto: Ret/Swara.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul telah menggelar workshop penyegaran operasi sesar untuk hewan pada medio April 2019 lalu (11/4/19). Pelatihan penyegaran materi khusus yang sangat krusial ini diikuti oleh para petugas medis dan paramedis veteriner Gunungkidul.

Berdasarkan pengalaman lapangan, kasus distokia atau kesulitan melahirkan pada hewan ternak terutama sapi merupakan kasus berat yang sering ditemukan. Distokia pada ternak adalah suatu keadaan di mana ternak mengalami kesulitan melahirkan. Menurut penelitian, kejadian distokia pada sapi diperkirakan sebesar 3,3%, dan kejadian ini biasanya lebih banyak pada sapi perah daripada sapi potong.

Distokia pada dasarnya dapat disebabkan oleh faktor induk maupun faktor fetus. Penyebab karena faktor induk adalah karena: kegagalan mengeluarkan pedhet (fetus) karena sobeknya rahim, kelukaan atau terputar uterus (mengalami torsi), gangguan pada abdomen (rongga perut) yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengejan, jalan lahir atau cervix uterus tidak membuka, serta faktor anatomi seperti ukuran panggul induk yang tidak memadai.

Sedangkan faktor fetus atau pedhet antara lain: ukuran fetus terlalu besar, posisi fetus di dalam rahim mengalami kelainan, serta kematian fetus di dalam rahim, atau fetus kembar, ukuran fetus terlalu besar biasanya karena faktor keturunan.

Jadi, induk kecil seperti sapi PO yang di-IB (dikawin suntik) dengan bibit pejantan besar (simmetal), faktor nutrisi juga berperan. Kemudian, induk yang mendapatkan nutrisi berlebih dapat meningkatkan berat badan fetus, dan terjadi timbunan lemak di rongga panggul induk tersebut dan dapat menurunkan kemampuan pengejanan. Hal-hal terakhir ini juga menjadi faktor terjadinya distoksia.

Kegiatan pelatihan yang digelar ini bertujuan sebagai penyegeran atau refreshment tentang ilmu bedah terutama penanganan kasus distokia (kasus kesulitan beranak) yang harus ditangani dengan pelaksanaan bedah Caesar. Pelatihan diawali dengan kuliah umum ilmu bedah sebagai penyegaran, kemudian dilanjutkan dengan praktik bedah menggunakan hewan percobaan kambing bunting.

Jumlah peserta workshop sebanyak 50 orang tenaga medik dan paramedik veteriner, baik petugas di lingkungan dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul maupun praktisi yang ada di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan pelatihan penyegaran ini merupakan bagian dari kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Kesmavet Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Narasumber pelatihan adalah drh. Setyo Budhi, MP dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada.

Dengan workshop ini diharapkan diperoleh penyegaran pengetahuan dan ketrampilan bagi para petugas sehingga penanganan kasus-kasus distoksia berat di lapangan dapat tertangani dengan baik. (Ret/DispertanGk/Kandar).

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.