Gemar Makan Ikan Selaras dengan Asupan Makanan Anak yang B2SA

oleh
Penyuluhan pola asupan makanan anak yang B2SA oleh DKP Gunungkidul di TK Masyitoh Kepek I Saptosari. Foto: DKPGK/Swara.

Ketahuilah, gemar makan ikan itu selaras dengan prinsip asupan makanan anak yang B2SA. Apa itu B2SA? B2SA adalah singkatan dari Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.

Asupan makanan yang berkualitas diperlukan setiap orang agar dapat hidup sehat, aktif dan produktif. Terlebih lagi pada masa pertumbuhan anak atau usia balita, perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh makanan yang mereka konsumsi.

Semakin lengkap gizi yang terkandung dalam makanan yang mereka konsumsi semakin baik pula perkembangan dan pertumbuhan anak. Asupan yang berkualitas dapat diwujudkan apabila makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung zat gizi lengkap dengan jumlah yang berimbang dan aman dikonsumsi. Prinsip makanan sehat tersebut dikenal dengan istilah B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan, Purwono Sulistyohadi, SP, MP, menerangkan prinsip tersebut dalam kegiatan Kampanye Makan Ikan yang dilaksanakan di TK Masyithoh Kepek I  Saptosari, pada hari Selasa (2/4/19) lalu .

Purwono juga memaparkan pada wali murid yang turut hadir, bahwa di dalam suatu keluarga, ibu yang berperan sebagai penentu dan penyedia menu keluarga dan memegang peranan penting terhadap kualitas konsumsi pangan setiap individu dalam keluarganya. Karena  itu, seorang ibu harus memiliki pengetahuan tentang makanan yang berkualitas untuk dikonsumsi keluarganya.

Khusus untuk konsumsi anak di usia balita, Purwono menambahkan agar memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak dalam menentukan menu masakan sehari-hari. Ikan sangat baik dikonsumsi anak karena mengandung protein dan kalsium yang menunjang pertumbuhan anak. Selain itu kandungan omega 3 ikan juga baik untuk perkembangan otak anak.

Istilah B2SA mungkin masih terdengar asing. Masyarakat lebih familiar dengan istilah 4 sehat 5 sempurna. Pada dasarnya kedua istilah tersebut hampir sama. Pengetahuan pentingnya konsumsi pangan B2SA memang masih perlu disosialisasikan sampai pada tingkat terkecil dalam kelompok masyarakat, yaitu keluarga.

Dengan mengenal prinsip B2SA, para orang tua murid diharapkan akan lebih memperhatikan lagi menu yang disajikan demi pertumbuhan dan perkembangan anak. (DKP Gk/Bara).

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.