Haji: Soal Niat, Bukan Materi

oleh
Mbah Hisyam penjual koran menjadi salah satu calon haji 2019 dari Gunungkidul. Foto: Kusworo/Swara.

Mbah Hisyam, pria tua ini sekali lagi menunjukan kepada orang-orang bahwa niat besar lebih dibutuhkan dari pada limpahan materi untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci. Kakek penjual koran keliling di seputar Pasar Argosari dan eks Terminal Baleharjo Wonosari ini bukanlah seseorang yang punya kelebihan harta. Bahkan secara kasar bisa disebut ‘paling miskin di antara yang miskin’.

Dagangan korannya tak lebih dari 20 eksemplar, jauh lebih sedikit dibanding rerata pedagang lain yang sanggup menjual hingga ratusan eksemplar tiap harinya. Kondisi rumahnya pun menyedihkan, hingga orang yang baru pertama kali datang ke rumahnya di Karangmojo akan kesulitan membedakannya dengan kandang ternak.

Namun segala nestapa kemiskinan itu tak menghalanginya untuk menjalankan kewajiban rukun Islam ke-5. Uang receh yang beliau kumpulkan puluhan tahun silam, sekeping demi sekeping itu sanggup membawanya ke Tanah Suci, ‘sowan’ spiritual kepada Penguasa semesta.

Pagi-pagi, saat beliau berpamitan ke rekan-rekannya di agen koran Sulis Wonosari. Sesaat suasana menjadi hening. Padahal biasanya di ruangan itu akan cukup berisik oleh obrolan-obrolan ringan yang lantas mengarah ke materi-materi sedikit mesum. Kami sebagai sesama penjual koran merasa kaget, kagum, bangga sekaligus malu luar biasa.

Kami sungguh malu kepada Allah. Mbah Hisyam yang secara materi serba kekurangan itu sanggup menjalani laku kehidupan dengan rasa syukur dan usaha besar melaksanakan perintah-perintah langit. Adapun kami, jangankan berpikir bagaimana caranya berangkat haji, yang ada malah keluh kesah yang tak berkesudahan karena merasa pemberian Allah kepada kami kurang.

Di saat Mbah Hisyam menaruh dunia di telapak tangannya, kami malah memegangnya erat-erat, bahkan berusaha memasukannya ke hati.

Selamat jalan menuju rumah Allah, Mbah. Doakan kami supaya jiwa-jiwa kami tergerak untuk memenuhi panggilan Tuhan ke Tanah Suci.

Minggu Wage, 23 Juni 2019.

Tentang Penulis: Aisworo Kus

Aisworo Kus
Petani, nyambi jadi guru, agen koran. Senang menulis. Tinggal di Hargosari Tanjungsari.