Inilah Keunggulan Sapi Peranakan Ongole

oleh
Sapi Peranakan Ongole di Sumba. Dok: sakadoci.

Sapi jenis PO (peranakan ongole) menjadi andalan para peternak di Gunungkidul. Saking populernya jenis sapi ini, Gabungan Kelompok Perternak di Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Playen berinisiatif membentuk organisasi ASPIPO (Asosiasi Perbibitan Sapi Peranakan Ongole) bernama ASPIPO Handayani. Dengan pendirian asosiasi tingkat kabupaten tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan produktivitas para peternak sapi PO.

Sapi jenis PO  memang banyak dicari pembeli yang berniat korban di hari raya Idul Adha. Di Gunungkidul pada waktu dulu, untuk mendapatkan sapi PO ukuran kecil dan medium untuk kurban sangat mudah karena stoknya yang berlimpah hampir di semua pasar hewan di Gunungkidul. Tetapi seiring dengan bergesernya peternak Gunungkidul dari memelihara sapi PO beralih ke jenis sapi Limousin (Limo) dan Simmental (Metal), perlahan tetapi pasti populasi sapi PO menjadi berkurang.

Awalnya, Sapi PO ini adalah hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina Jawa yang berwarna putih. Sapi Ongole (Bos Indicus) sebenarnya berasal dari India, termasuk tipe sapi pekerja dan pedaging yang disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO). Sapi Ongole (Bos indicus) memerankan peran yang penting dalam sejarah sapi di Indonesia.

Sapi jantan Ongole dibawa dari daerah Madras, India ke pulau Jawa, Madura dan Sumba. Di Sumba dikenal dengan sapi Sumba Ongole. Sapi Sumba Ongole (SO) dibawa ke Jawa dan dikawinkan dengan sapi asal jawa dan kemudian dikenal dengan peranakan ongole (PO). Sapi ongole dan PO baik untuk mengolah lahan karena badan besar, kuat, jinak dan bertemperamen tenang, tahan terhadap panas, dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang minim.

Sapi PO sering disebut pula sebagai sapi Jawa, karena penyebaranan dan perkembangbiakan sapi PO terdapat di Pulau Jawa dengan konsentrasi penyebaran terpadat di daerah Jawa tengah (Grobogan, Wonogiri, dan Gunungkidul) dan di Jawa Timur (Magetan, Nganjuk, dan Bojonegoro). Sapi PO juga ditemui di daerah Sumatera, terutama dijumpai di Aceh dan Tapanuli.

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.