Inilah Tekanan Angin yang Tepat untuk Ban Motor

oleh
Mengisi angin ban sepeda motor. Dok: planetban.com.

Berapakah tekanan angin yang tepat untuk ban motor? Sebelum langsung kepada jawaban, yuk baca dulu dan ketahui hal mendasar tentang fungsi ban motor, bahan dan kualitasnya, dan kaitan dengan tekanan angin yang diperlukan.

Ban merupakan komponen sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan raya, entah aspal, beton semen, batu, atau tanah dipadatkan. Oleh sebab itu, kualitas komposisi ban, baik dari bagian luar hingga dalamnya sangat penting peranannya. Tidak hanya kualitas kompon, tekanan angin ban motor juga perlu diperhatikan.

Tekanan angin ban motor tentunya sangat penting dalam berkendara. Tekanan angin yang terlalu tinggi membuat tapak ban yang kontak dengan permukaan jalan menjadi tidak merata. Namun, jika tekanan angin ban motor kurang dari batas minimal, juga bisa mengakibatkan benjol hingga pecah ban.

Tekanan angin ban yang tidak pas juga akan berpengaruh pada kenyamanan berkendara, terutama pengaturan kemudi stir motor. Ketidaknyamanan tersebut dapat mengakibatkan oleng, sehingga sepeda motor sulit dikendalikan. Risikonya bisa fatal, dapat menjadi penyebab kecelakaan.

Tekanan angin ban motor dapat berkurang. Ada banyak penyebabnya. Secara ideal, tekanan angin pada ban motor tidak akan berkurang, apabila tidak ada kebocoran yang disebabkan oleh tusukan benda tajam, kerusakan pada pentil ban, atau kerusakan pada velg seperti bengkok yang mengakibatkan angin keluar melalui celah antara ban dan velg.

Ukuran Tekanan Angin Ban Motor

Jika tekanan angin ban motor kita berkurang, maka kita mesti tahu, berapa tekanan angin yang pas untuk ban motor kita. Pada dasarnya, setiap motor berbeda-beda ukuran tekanan anginnya. Perbedaan ukuran tekanan angin tergantung dari ukuran ban yang digunakan serta jenis motornya. Semakin besar ukuran ban dan motor, maka bisa semakin besar pula tekanan angin ban motor yang dibutuhkan.

Terdapat 2 ban untuk setiap sepeda motor yang standar. Soalnya, sekarang ada juga modifikasi menjadi sepeda motor roda tiga, juga ada bentor (becak montor). Untuk sepeda motor standar roda dua, ukuran ban belakang sering kali lebih besar dari ban depan.

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.