Jika Kamu Malas

oleh
Kemalasan bisa membelenggu dan mengkerdilkan. Dok: jagad.id.

Tidak harus mempunyai pengalaman dalam berbisnis. Saya pernah merintis usaha dengan nol pengalaman dan minim modal. Alkhamdulillah dua usaha saya masih jalan. Bahkan bisa merekrut 15 karyawan.

Tapi keberanianku sekarang kok beda dengan enam tahun yang lalu ya? Penuh perhitungan, malah nggak start-start, malah adakalanya malas.

Saya jadi ingat sewaktu mengisi BBM di SPBU. Mbaknya bilang dengan tersenyum. “MULAI DARI NOL YA PAK,” sapanya.

Oh ya!!!! Harus mulai dari nol…. Ya….., nol-kan semua fikiran. Ibarat komputer harus diinstal ulang. Kosongkan ruang fikir kita, hapus semua aplikasi tak berguna, seraya instal aplikasi yang baru dengan semangat baru. Kuncinya jangan malas.

AYO JANGAN MALAS…..!

Dengan keyakinan success is my right! Sukses adalah hak saya dan setiap orang, maka ayo usir semua sikap ragu-ragu dan takut gagal. Ayo yakini kita dilahirkan untuk sukses! Sukses adalah hak kita semua.

“Rasa malas yang menguasai orang hebat, adalah kekuatan yang menjadikannya sama tidak-berguna-nya dengan orang lemah yang membakati kemalasan. Maka janganlah engkau membakati kemalasan. Karena ketahuilah, bahkan setan pun tidak tertarik untuk mengganggu orang malas. Karena, kemalasan itu sudah lebih dari cukup untuk mengkerdilkan kehidupan anak manusia. Mengkerdilkan apa pun kehebatan yang aslinya ada pada dirinya.

Jika engkau sedang memanjakan kemalasan dalam dirimu, maka sadarilah bahwa rasa malas itu bukanlah kelemahan. Rasa malas adalah kekuatan yang sangat luar biasa efektif untuk mengkerdilkan kehidupan.

Telah berapa banyak jiwa-jiwa yang sejatinya dilahirkan mulia dan berbakat menjadi pemimpin besar, tetapi dikerdilkan oleh rasa malas?

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

***

Tentang Penulis: Slamet Harjo

Slamet Harjo
Warga Nglipar Gunungkidul. Saat ini menjadi anggota DPRD DIY. Aktivis dalam bidang pertanian dan juga aktif berdiskusi dalam media sosial.