Kenali Perbedaan dan Kegunaan antara Pupuk Urea dengan NPK

oleh
Pupuk Urea. Dok: kebunpedia.

Pemupukan adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam bercocok tanam. Pemupukan bertujuan untuk mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan lebih sehat. Tanaman perlu diberikan pemupukan sejak tanaman mengeluarkan akar karena pada saat tersebut, kebutuhan nutrisi tanaman akan peningkat. Baik pemupukan melalui akar maupun melalui daun penting untuk dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.

Berbagai macam pupuk dapat digunakan untuk menutrisi tanaman, bergantung pada jenis tanaman yang ditanam, seperti pupuk urea dan pupuk NPK.  Terdapat perbedaan pupuk urea dan NPK, salah satu yang paling utama adalah komponen pembentuknya, yang juga akan memberikan perbedaan-perbedaan lainnya, termasuk asupan nutrisi yang dapat diberikan masing-masing pupuk bagi tanaman.

Baik pupuk urea dan NPK merupakan pupuk kimia. Perbedaan terdapat pada kandungannya dimana pupuk urea mengandung nitrogen (N) berkadar tinggi Pupuk urea mengandung 46% nitrogen yang berarti bahwa dalam 100 kg pupuk, 46 kg-nya merupakan nitrogen. Pupuk urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2CONH2.

Berbeda dengan pupuk urea yang hanya mengandung nitrogen, pupuk NPK mengandung baik unsur nitrogen (N), fosfor (P) maupun kalium (K), masing-masing unsur mewakili namanya yaitu N, P dan K. Pupuk NPK merupakan salah satu pupuk majemuk yang paling banyak digunakan.

Apabila pupuk urea hanya terdiri dari 46% nitrogen, pupuk NPK terdiri dari kombinasi unsur nitrogen, fosfor dan kalium. Pada pupuk NPK, pupuk diberikan peringkat atau label berdasarkan kadar relatif komposisi nitrogen, kalium maupun fosfornya. Nilai N merupakan persentase unsur nitrogen berdasarkan berat pupuk, sedangkan nilai P dan K mewakili bentuk oksidanya dalam bentuk P2O5 dan K2O. P2O5 terdiri dari 56.4%oksigen dan 43.6% fosfor dalam bentuk unsur. Untuk mengetahui berat fosfor dalam pupuk, dapat dihitung dengan mengalikan bilangan 0.436 dengan P2O5. K2O mengandung 17% oksigen dan 83% kalium sehingga untuk mengetahui jumlahnya dapat dihitung dengan mengalikan bilangan 0.83 dengan K2O.

Dengan pengkonversian tersebut, misal pupuk dengan penomoran 18-51-20 berarti mengandung 18% nitrogen, 22% fosfor dan 17% kalium dimana angka 18 ditujukan untuk nitrogen, 51 P2O5 dan 20 untuk  K2O. Angka 22% dari unsur fosfor diperoleh dengan mengalikan faktor konversi fosfor yaitu 0.436 dengan 51 sehingga akan diperoleh nilai 22%.

Untuk mengetahui beratnya dalam pupuk, cukup mengalikan bilangan persen dengan jumlah keseluruhan pupuk. Perhitungan yang sama juga berlaku untuk menghitung unsur kalium. Dengan pemeringkatan tersebut, berbagai jenis senyawa menjadi campuran pupuk NPK seperti penomoran 15-00-00 yang menggunakan Kalsium nitrat, atau 21-00-00 dengan ammonium sulfat.

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.