Kenali Risiko Bermain Game Online Secara Berlebihan

oleh
Bermain game online terkadang membuat kecanduan baik anak-anak maupun orang dewasa. Foto: League of Legend Game.

Pemberitaan media online Gunungkidul Jumat (23/2/18) dihebohkan adanya anak usia sekolah yang meninggal yang diduga kena radiasi handphone akibat bermain game online dari pukul 21.00 sampai 03.00. Benarkah radiasi (gelombang elektromagnetif) yang dipancarkan handphone atau layar komputer menjadi satu-satunya penyebab kejadian yang fatal tersebut?

Game online, apapun itu platformnya kini memang menjadi permainan yang sedang digemari oleh semua kalangan. Dahulu, penelitian membuktikan bahwa kelompok anak-anak remaja yang meramaikan game online. Namun, sekarang semua usia meramaikan game online entah lewat komputer atau handphone.

Ada yang berpandangan, bermain game online merupakan cara meningkatkan kecerdasan otak. Padahal anggapan itu tidak 100% benar. Di balik nikmatnya bermain game online kadang sampai tak kenal waktu, sesungguhnya terdapat risiko yang berbahaya, yang dapat mengancam kesehatan.

Para peneliti membuktikan, game bisa mengubah cara kerja otak. Artikel berikut menjalaskan 6 risiko berbahaya dari game online terhadap kondisi otak manusia.

Karena itu, segeralah mengatur ritme aktivitas keluarga Anda, sebelum Anda mengalami “kecanduan” game online berikut risiko bagi kesehatan bagi anggota keluarga Anda. Selain bermain itu memang mengasyikan dan membuat ketagihan, game online ternyata dapat menggangu kesehatan sistem saraf otak. Berikut ini adalah pembahasannya.

  1. Risiko Gangguan pada Frontal Lobe

Ini adalah bagian otak yang akan bekerja pada waktu anda bermain game strategi. Frontal Lobe ini akan mendekteksi apakah perbuatan yang anda lakukan baik atau tidak. Bagian otak inilah yang mencegah perilaku anti sosial. Maka jika anda sudah mengalami candu game online, maka secara tidak sadar tingkat sosial anda menurun drastis. Dan jika ini terjadi pada anak-anak, maka akan lebih parah lagi. Disarankan bagi anda orang tua, agar mensosialisasikan risiko bahaya game online bagi otak kepada anak-anak, agar mereka tahu bahaya tersebut sejak dini.

  1. Risiko Gangguan pada Parietal Lobe

Parietal lobe adalah bagian mengumpulkan berbagai informasi yang berada di semua bagian otak anda. Kemudian menggabungkannya sehingga anda dapat memperhitungkan jarak serta menggunakan suatu objek. Jika bagian ini sudah diserang maka anda bersiap menjadi pribadi yang beraktivitas di luar nalar manusia normal. Bahaya ini sama dengan bahaya benturan di kepala.

  1. Risiko Gangguan pada Temporal Lobe

Fungsi utama temporal lobe adalah untuk berbicara yang mungkin tidak akan banyak berperan saat anda bermain game. Namun bagian ini merupakan kunci yang berfungsi sebagai memori jangka panjang. Maka tidak heran Anda akan mengingat cara kerja game online yang Anda mainkan, meskipun sudah lama tidak memainkannya. Jika ini terus bekerja, maka memori lain dalam otak Anda akan terhapus dengan sendirinya. Hal ini juga akan meningkatkan resiko gejala gangguan Alzheimer.

  1. Occipital Lobe

Bagian ini adalah pusat tempat proses visualisasi dan visuospatial bekerja. Occipital Loba juga berperan untuk membedakan warna dan persepsi gerak. Jika bagian ini terus dicekoki dengan game online maka dapat menjadi faktor penyebab lemah mental. Disarankan agar Anda segera menghindari kebiasaan bermain game online. Bukan berarti melarang atau mencegah bermain, namun mengurangi atau tidak berlebihan dalam memainkan game online.

  1. Gangguan Motorik

Tubuh yang jarak digerakkan karena hanya duduk bermain online, terutama bagi anak-anak, beresiko mengurangi kesempatan untuk melatih kemampuan motoriknya. Jika ini terjadi maka akan berakibat fatal. Anak-anak akan tumbuh dengan kemampuan motorik yang terbatas. Bahkan dalam fase pertumbuhan ini juga akan menyebabkan pertumbuhan fisik dan mental terhambat atau terlambat dari fase normal masa pertumbuhan anak-anak.

  1. Memicu Autisme

Bahaya game online bagi otak yang mengerikan adalah dapat memicu autisme. Terutama pada anak-anak hal ini akan membentuk mereka menjadi pribadi yang berhasrat tinggi dan akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya. Jika ini terjadi pada anak-anak sangat mengerikan. Maka, disarankan agar selalu mengatur jadwal kegiatan anggota keluarga. Hindari bermain game online secara berlebihan tak kenal waktu. Cara yang paling mudah dan murah adalah dengan mengimbangi melalui kegiatan-kegiatan positif lainnya yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif Anda dan anak-anak Anda.

Tentang Penulis: Swara1

Swara1
SwaraGunungkidul - Berbagi dan Berdaya