Ketua DPRD Gunungkidul Sidak Prasarana Jalan di Semanu dan Wonosari

oleh
Ketua DPRD lakukan sidak kerusakan jalan di Wonosari dan Semanu. Foto: Wib.

WONOSARI, (KH-Swara),- Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Suharno SE, Selasa siang (20/3/18) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan di wilayah Kecamatan Semanu dan Desa Selang Kecamatan Wonosari.

Kepada sejumlah media, Suharno mengatakan, ia melakukan pengamatan lapangan.Dalam sidak tersebut, ia mengajak petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR) untuk langsung melakukan pengukuran volume kerusakan jalan pada sejumlah titik yang ditinjau.

“Jalan yang kita temukan rusak langsung kita minta mengukur dan didata sehingga cepat ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Berdasarkan temuan lapangan, ia menemukan kerusakan jalan sepanjang 1 km di jalan kabupaten yang berada di Desa Nitikan Kecamatan Semanu. Padahal, menurutnya, jalan ini berada di salah satu sentral industri kerajinan sangkar burung. Ia meminta kepada eksekutif untuk segera melakukan perbaikan.

“Jalan itu bagian dari peningkatan ekonomi kerakyatan. Kalau rusak seperti ini pasti jarang pembeli yang masuk,” katanya.

Suharno juga mengatakan, sebagai daerah tujuan wisata di DIY, pembangunan infrastruktur khususnya jalan harus diperhatikan. Ia menilai, masih ada beberapa akses jalan di kawasan pantai selatan dan kawasan wisata zona utara Gunungkidul yang memerlukan perbaikan segera.

“Jalan di Pantai Sepanjang, Pantai Timang itu perlu diperhatikan juga. Apalagi daerah utara jadi memang pembangunan di Gunungkidul itu harus merata,” ucapnya.

Suharno mengungkapkan, kerusakan sejumlah titik jalan rusak diketahuinya atas laporan warga dan juga hasil temuannya saat melakukan kunjungan ke desa-desa. Pihaknya optimis seluruh jalan di Gunungkidul akan diperbaiki dan seluruhnya akan selesai pada tahun 2021 mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gunungkidul Edy Praptono menjelaskan, dari data yang ada sepanjang 1.200 kilometer jalan kabupaten, 40 % atau sekitar 480 kilometer dalam keadaan baik. Selebihnya sepanjang 60 % atau sekitar 720 kilometer dinyatakan perlu diperbaiki.

“Tahun ini melalui APBD dianggarkan Rp 60 miliar yang digunakan untuk pemeliharaan jalan kabupaten dan jembatan rusak,” jelas Edy. (Wibowo/Kandar)

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.