Memahami Blind Spot Saat Mengemudi Mobil dan Cara Mengatasi Bahayanya

oleh
Blindspot. Foto: safetysign.co.id.
Blindspot. Foto: safetysign.co.id.

Pernahkah mendengar kata blind spot dalam berkendara? Jika belum tahu, titik buta atau yang biasa dikenal dengan sebutan blind spot adalah daerah yang berada di luar jangkauan pengawasan pengemudi.

Secara sederhana, blind spot yang juga banyak disebut no zone ini diartikan sebagai bagian dari sekeliling yang tidak bisa terlihat pada saat Anda mengemudikan mobil, motor, truk, hingga bus. Blind spot dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Dimensi kendaraan; Semakin besar dimensi kendaraan, maka semakin besar area blind spot atau sebaliknya.
  • Kurangnya perhatian pengendara terhadap lingkungan sekitar.
  • Jangkauan spion yang terbatas.
  • Kondisi lalu lintas atau lingkungan sekitar; Misalnya, posisi kendaraan saat berada di persimpangan jalan, tikungan, tanjakan, lalu lintas padat, area dengan kondisi berdebu, area berbukit, area padat bangunan, area perumahan, kendaraan lain yang parkir di bahu jalan atau yang tengah melintas, dll.
  • Kondisi cuaca; Misalnya, hujan atau kabut dapat mengurangi visibilitas pengendara.
  • Muatan kabin yang bertumpuk; Bisa menimbulkan blind spot ke area belakang.

Jika tidak hati-hati dengan blind spot, maka bukan tidak mungkin Anda akan menabrak kendaraan yang berada di belakang atau di samping yang tidak terlihat dari kaca spion. Situasi seperti ini sering terjadi ketika pengemudi ingin menyalip kendaraan lain atau pun berbelok di jalan raya.

Ada beberapa situasi blind spot yang sering dialami pengemudi saat berada di jalan raya, di antaranya:

Motor yang berada di posisi 1/4 sisi belakang mobil saat hendak belok

Saat hendak berbelok atau pindah jalur, sering kali ada pengendara motor yang tak terlihat di 1/4 sisi belakang mobil. Jika kurang berhati-hati, pengendara motor tersebut bisa saling bersenggolan dengan pengemudi mobil.

Melakukan manuver tanpa memerhatikan lingkungan sekitar

Faktor internal, tebalnya pilar mobil sering kali membuat pandangan ke belakang jadi minim terutama di bagian kiri atau kanan. Hal ini sering terjadi saat mobil melaju di jalan dua lajur, kecelakaan bisa saja terjadi bila pengemudi hendak berpindah lajur tanpa melihat ada kendaraan lain di belakangnya.

Kaca belakang mobil gelap atau tertutup

Kondisi ini bisa membuat blind spot mobil lebih besar. Hal ini sering terjadi pada mobil boks/ komersial. Pengemudi mobil boks/komersial ini tidak memiliki pandangan yang baik ke area belakang mobil.

Pengendara motor yang menyalip dari belakang mobil saat terjadi kemacetan

Pengendara motor bisa saja secara tiba-tiba berpindah jalur atau menyalip saat kemacetan. Bila pengemudi tidak tahu ada pengendara motor yang bermanuver, hal ini bisa membahayakan keduanya.

Pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang jalan di sela-sela mobil saat macet

Selain pengendara motor, pejalan kaki juga sering jadi blind spot bagi pengemudi mobil saat terjadi kemacetan. Dengan dalih tidak ada area penyeberangan, pejalan kaki bisa dengan mudah menyalip di antara mobil saat macet.

Area Blind Spot Pada Mobil

Setiap jenis kendaraan memiliki blind spot yang berbeda-beda. Semakin besar dimensi kendaraan biasanya area blind spot yang akan semakin besar pula. Pada mobil penumpang misalnya, blind spot ada di sebelah kiri dan kanan pengemudi. Sementara pada mobil boks dan truk biasanya pengemudi tidak bisa melihat kendaraan yang lebih rendah atau pandangan melalui spion tengah tidak ada.

Tentang Penulis: Swara1

Swara1
SwaraGunungkidul - Berbagi dan Berdaya