Mengenali Perbedaan Sapi, Kerbau, dan Banteng

oleh
Kerbau (tedong) adalah ternak paling berharga di Tanah Toraja. Dok: id.geoview.

Melengkapi pengetahuan mengenali jenis-jenis ternak sapi, berikut dipaparkan perbedaan antara sapi, kerbau, dan banteng. Semua hewan ini sesungguhnya sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melihatnya saja, sebenarnya kita sudah dapat membedakan, mana sapi, mana kerbau, dan yang mana banteng.

Tetapi, jika diminta untuk menjelaskan perbedaan di antara ketiga jenis hewan tersebut, mungkin kita akan sedikit kerepotan. Karena itu, dalam paparan berikut dijelaskan perbedaan mendasar ketiga jenis hewan ternak tersebut.

Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam memanfaatkan ketiga jenis hewan ternak tersebut. Sebagian besar masyarakat Indonesia terbiasa untuk menyajikan olahan daging sapi guna memenuhi konsumsi daging olahan.

Di beberapa wilayah, kerbau menjadi ternak istimewa. Masyarakat Minangkabau memiliki hidangan istimewa rendang kerbau yang lebih mahal daripada rendang sapi.

Masyarakat Toraja menempatkan kerbau sebagai hewan penting dalam upacara adatnya. Di sana kerbau itu hewan keramat untuk upacara adat. Kerbau apalagi kerbau hitam belang putih (tedong bonga) dan kerbau putih belang hitam (tedong saleko) harganya mencapai ratusan juta sampai menyentuh milyar rupiah.

Sapi

Perlu kita ketahui sebelumnya, baik sapi, kerbau, maupun banteng dalam klasifikasi hewan masuk ke dalam anggota familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. Sapi yang memiliki nama binomial Bos Taurus ini kadang juga disebut sebagai lembu di beberapa daerah di Indonesia. Jadi lembu dapat dikatakan sama dengan sapi, dan hanya merupakan istilah penyebutan lain untuk sapi.

Sapi dipelihara sebagai hewan ternak untuk dimanfaatkan terutama susu dan dagingnya. Di sejumlah tempat, sapi juga biasa dipakai sebagai hewan pembantu bercocok tanam, seperti menarik gerobak atau bajak.

Fakta menarik, sapi Bali yang paling banyak dimanfaatkan dagingnya, meski memiliki nama sapi sebenarnya bukanlah sapi, melainkan seekor banteng. Hal ini karena sapi Bali merupakan domestikasi dari banteng. Sapi Bali lebih memiliki ciri seekor banteng dibanding dengan seekor sapi.

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.