Mengenang Sang Legenda Mobil Colt T100 dan T120

oleh
Pickup Colt T120 dipakai untuk mengangkut panenan gaplek di perdesaan Gunungkidul. Foto: Surya/Swara.
Pickup Colt T120 dipakai untuk mengangkut panenan gaplek di perdesaan Gunungkidul. Foto: Surya/Swara.

Siapa yang tidak kenal mobil legendaris Colt T120? Sepertinya masyarakat Gunungkidul pada era 70/80-an pasti mengenal kendaraan paling populer ini. Para pelajar, petani, pedagang, pegawai, juga para pengusaha pasti pernah naik mobil serbaguna dan merakyat keluaran pabrikan Mitsubishi ini. Ketangguhan mobil yang awalnya dirancang untuk pengangkut barang ini sungguh digdaya.

Mobil yang aslinya kendaraan pickup yang dimodifikasi menjadi kendaraan penumpang itu dapat dikatakan menjadi kendaraan andalan angkutan perdesaan. Kepopuleran kendaraan ini kemudian disusul versi station wagon khusus sebagai mobil penumpang.

Model penumpang ini di Gunungkidul lebih populer dengan sebutan Kol Stesen atau Kol Tesen. Waktu itu boleh dikatakan menjadi kendaraan penumpang yang mewah. Kol Tesen hanya dimiliki para juragan atau pengusaha atau pejabat kaya di Gunungkidul.

Sisa-sisa kejayaan mobil pickup ini sampai saat ini masih dijumpai di berbagai pelosok Gunungkidul. Mobil Colt T-100 dan Colt T-120 masih digunakan sebagai kendaraan angkutan di pasar-pasar tradisional, kendaraan angkutan pertanian, kendaraan angkutan barang di toko bangunan, atau pun kendaraan angkutan persewaan tenda dan peralatan pesta. Beberapa desa wisata seperti Desa Wisata Goa Pindul dan Desa Wisata Nglanggeran juga masih mempertahankan kendaraan ini untuk angkutan di kawasan wisata.

Dari dulu Mitsubishi memang dikenal sangat piawai dalam menelurkan angkutan niaga yang legendaris, sebut saja Colt Diesel si kepala kuning, Mitsubishi L300, dan tentunya Mitsubishi Colt T series .

Mitsubishi Colt T sangat legendaris sebagai angkutan niaga di pedesaan dan perkotaan. Kendaraan ini dikenal sangat bandel dan kuat. Pada era 75–90-an, Colt T series betul betul menjadi raja jalanan, dan menjadi angkutan paling terkenal.

Mitsubishi Colt Pick Up masuk ke Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1970.  Mobil ini diimpor oleh distributor tunggal Mitsubishi yaitu PT New Marwa (tahun 1973 berganti nama menjadi PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors).

Colt T Generasi Pertama Colt T-100

Versi pertama yang masuk adalah  Colt T-100 yang menggunakan mesin bensin seri KE44, dengan kapasitas 1100 cc. Mesin ini sanggup memberikan daya maksimal hingga 62 PS.

Daya angkut maksimum mobil ini hanya 600 kg (1,323 lb), dan kecepatan tertinggi yang dapat dicapai adalah 115 km/h (71 mph), ciri utama mobil ini adalah dua lampu bundar di depan.

Colt T-100 kemudian lebih dikenal dengan nama Colt Bagong atau Colt Doplak, saat ini Colt T-100 justru sedang naik daun karena banyak diincar oleh penggemar mobil retro.

Colt T Generasi Kedua Colt T 120

Pada tahun 1975, diperkenalkan generasi selanjutnya dari Colt T-100, yaitu Colt T-120 dengan mesin seri Neptune. Ciri cirinya adalah lampu depan yang berubah menjadi 4 buah dengan posisi yang lebih bawah.

Colt T-120 menggunakan mesin 4G41 Neptune 86 berkapasitas 1378 cc (1400 cc) dengan konfigurasi OHV 4 silinder segaris. Blok mesinnya terbuat dari iron cast sehingga bandel. Mesin ini memiliki ukuran bore x stroke yang nyaris square, yaitu 76.5 x 75mm dengan rasio kompresi sedang sebesar 9:1. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 86 PS pada 6000 Rpm dan torsi 115 Nm pada 4000 Rpm.

Mesin Neptune 86 ini adalah mesin Mitsubishi terakhir yang masih menggunakan teknologi OHV dengan blok mesin yang terbuat dari biji besi tuang (cast iron).

Sebetulnya daya angkut standar pabrik hanya dianjurkan 750 kg, tapi pada kenyataannya Colt ini sering overload membawa beban lebih dari 1 ton. Material besi mobil ini tebal dan kokoh sehingga masih menjadi favorit untuk angkut barang secara overload. Inovasi lain dari Colt adalah per depan yang sudah menggunakan per keong, sehingga menambah kenyamanan berkendara.

Jumpa darat para pemakai Colt T120 di Pantai Goa Cemara pada Agustus 2016. Foto: Surya/Swara.

Di Indonesia, Colt T terdiri dari berbagai versi yaitu versi Pick Up, dan versi minibus, atau lebih dikenal dengan stesen, krakap, box bahkan double cabin. Untuk versi minibus ada banyak karoseri yang memproduksi, sebut saja Adiputro, Morodadi, New Armada, Langgeng Jaya, Podojoyo, dan lain lain. Secara tidak langsung, Colt T berjasa pada industri karoseri Indonesia, karena banyak karoseri sekarang pada awalnya bermula dari karoseri Colt T Pick Up menjadi minibus.

Kol Kampus

Di Yogya Kota, colt mempunyai sejarah tersendiri karena pernah mempunyai nama harum di kalangan masyarakat, khususnya mahasiswa UGM. Saat itu di akhir 70-an atau awal 80-an, moda angkutan umum bermotor dalam kota belum ada kecuali becak dan andong, sementara kendaraan pribadi roda dua atau empat masih relatif terbatas, khususnya di kalangan mahasiswa. Kendaraan di kalangan pelajar dan mahasiswa masih didominasi sepeda onthel.

Seiring dengan muncul dan demikian populernya kendaraan komersial Mitsubishi Colt, beberapa orang berinisiatif mengoperasikan kendaraan miliknya yang telah dimodifikasi menjadi pickup dengan bak belakang tertutup terpal dengan tempat duduk berbentuk bangku panjang. Bidikan pertama adalah ke jurusan kampus, yang tidak lain adalah kampus Universitas Gadjah Mada di Bulaksumur. Angkutan ini dalam waktu singkat menjadi andalan dan idola para mahasiswa UGM karena mereka menelusuri jalan-jalan di lingkungan kampus sampai ke fakultas-fakultas. Dan sinilah yang kemudian moda angkutan umum ini populer dijuluki kol kampus.

Colt Kampus di Kota Yogyakarta tahun 80-an. Foto: Haryo Pamungkas/awansan.com

Menurut catatan pabrikan, jumlah Colt T-120 yang terjual di Indonesia mencapai sekitar 33.525 unit. Sampai pada tahun 1990-an, Mitsubishi kemudian mengeluarkan Colt T-120 SS, yang lebih modern dan nyaman, dan tentu saja khas dengan warna putihnya. Meskipun begitu, Colt T-120 lawas sampai sekarang masih eksis, di mana mana terutama sebagai angkutan bahan bangunan, angkutan pertanian, dan untuk angkutan pasar di perdesaan.

***

Sumber : ColtT120lovers.com., sayangyogya.blogspot.co.id., titusdipolo

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.