Merayakan Lebaran

oleh
Kegembiraan keluarga perantau asal Gunungkidul saat bertemu merayakan Lebaran. Swara/KH.

Hampir semua orang merayakan lebaran, entah apapun agamanya. Meskipun tidak ikut menjalankan ibadah puasa, namun ikut merasakan kemenangan juga. Iya, hari raya Idulfitri memang dirayakan secara khusus umat Islam, namun sebenarnya menjadi kebahagiaan umat yang beragam.

Tak terkecuali keluarga besar atau trahku yang berbeda-beda kepercayaannya. Anggota keluarga punya kesempatan mudik, bertemu dengan saudara dan teman lama lalu berbagi cerita. Betapa bahagianya. Apalagi, ketika mengurutkan silsilah keluarga yang muncul pada saat jumpa dengan saudara-saudara. Seakan bisa berjumpa kembali dengan para leluhur yang sudah tiada, mengenang sosoknya, perjuangannya, dan alur keturunannya.

Begitu pula ketika jumpa dengan teman lama. Mengenang masa kecil seakan berjumpa kembali dengan sungai, sawah, dan sekolah tempat bercanda ria dengannya.

Lebaran bisa menjadi waktu istimewa yang mengajak kita merayakan kebahagiaan saudara atau teman yang berbeda agamanya, bukan merayakan kesedihannya.

Lebaran mengajak kita ikut merayakan kemenangannya, bukan kegagalannya.

Tentang Penulis: Stef Listiantoro

Stef Listiantoro
Pelayan umat dan pegiat gerakan kemanusiaan lintas iman. Hobby menulis pengalaman perjalanan hidup. Tinggal di Semanu Gunungkidul.