Merokok Sambil Berkendara, Berbahayakah?
Merokok sambil berkendara berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain: Dok: motorplus.

Selama melakukanperjalanan, terkadang dijumpai pengendara sepeda motor atau mobil yang suka sambil melakukan aktivitas. Misal, main handphone, mendengarkan musik, hingga yang tak kalah sering dilakukan yaitu merokok.

Sesungguhnya, semua aktivitas itu memiliki risiko yang bisa membahayakan diri sendiri dan juga orang lain atau pengendara lain di jalan raya. Selain asyik main ponsel sambil berkendara, kebiasaan berkendara sambil merokok sesungguhnya juga berisiko menimbulkan bahaya keselamatan bagi orang lain dan pengendara lain. Dampak terparah bisa saja menyebabkan kebutaan mata pada orang yang terkena percikan api abu rokok yang terbawa angin di jalan raya.

Salah satu contoh, ada  viral di media sosial, seorang pengguna motor  mengalami luka pada mata bagian kanan. Melalui akun Facebook, dia menceritakan bahwa terluka akibat abu rokok pengguna motor di depannya.

Menurut Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Jakarta, apa pun alasannya, aktivitas merokok sambil berkendara itu berisiko membayakan diri sendiri dan orang lain, termasuk pengendara motor atau mobil di belakang atau sampingnya.

“Debu atau bara rokok bisa berterbangan kemana-mana dan paling parah bisa ke mata pengendara lain,” kata Edo.

Di jalan raya seputar Yogyakarta, pada saat ini memang masih dijumpai ada pengendara motor yang terlihat tetap asyik menghisap motor sembari jalan. Percikan api yang ikut terbang bersama abu rokok terkadang menimpa para pengendara motor lainnya di belakang. Meski terkadang sampai tidak mengenai wajah karena tertutup kaca helm, percikan apinya terkadang mengenai baju atau jaket yang menimbulkan bercak sampai dengan bolong kecil-kecil pada baju yang terkena.

Edo melanjutkan, untuk mengantisipasi risiko kejadian ini, pengguna motor lain bisa mencegah agar tidak terkena abu rokok dengan cara menggunakan helm full face atau pelingung wajah hingga mata.

“Buat yang perokok sambil berkendara, sebaiknya berhenti dulu dan setelah selesai baru jalan lagi. Merokok sambil berkendara juga bisa memicu terjadinya insiden atau kecelakaan lalu lintas,” ujar Edo.

Facebook Comments
Bagikan melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Swara1
News Reporter
SwaraGunungkidul - Berbagi dan Berdaya