Nilai Produksi Perikanan Tangkap DIY pada 2016 Capai Rp 35,94 Milyar

oleh
Penjualan ikan di pantai Baron Gunungkidul. Dok: KH/Kandar.

Nilai produksi perikanan tangkap se-DIY pada tahun 2016 capai sebesar Rp 35,945 milyar. Capaian nilai produksi perikanan tangkap tersebut disumbang dari 3 wilayah kabupaten yang memiliki pesisir, di mana transaksi penjualan ikan berasal dari 17 tempat pelelangan ikan di seluruh DIY. Di Gunungkidul terdapat 8 TPI, sementara di Bantul terdapat 5 TPI dan Kulonprogo terdapat 4 TPI.

Berdasarkan Statistik Tempat Pelelangan Ikan DIY, produksi tangkapan ikan pada 2016 se-DIY tercatat sebanyak 1.850,23 ton. Produksi tangkapan ikan laut di Kabupaten Gunungkidul mencapai 1.701,85 ton atau senilai Rp 31,56 milyar. Sementara di Kabupaten Bantul produksi tangkapan ikan laut mencapai 132,71 ton atau senilai Rp 3,44 milyar, sedangkan di Kabupaten Kulonprogo mencapai 15,67 ton atau senilai Rp 953,82 juta.

Dari data tonase dan nilai produksi tersebut diketahui bahwa produksi perikanan tangkap Kabupaten Gunungkidul memberikan kontribusi nilai sebesar 91,8% dari nilai seluruh wilayah DIY. Hal ini menunjukkan bahwa geliat transaksi penjualan di tempat-tempat pelelangan ikan pada wilayah Kabupaten Gunungkidul mendominasi transaksi penjualan ikan laut di seluruh wilayah DIY.

Di samping adanya faktor nelayan dari luar wilayah DIY yang menjual hasil tangkapan ikannya melalui Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng di Girisubo dan beberapa pantai tempat pangkalan pendaratan ikan, data tersebut di atas juga menunjukkan bahwa geliat produksi para nelayan di wilayah Gunungkidul sesungguhnya sangat berkontribusi dominan dalam produksi kegiatan perikanan tangkap di wilayah DIY.

Kondisi tonase dan nila produksi tersebut di atas juga menunjukkan, bahwa wilayah pesisir Gunungkidul dan masyarakat pekerja perikanan tangkapnya secara faktual telah terlebih dahulu memiliki pengalaman dan kesiapan untuk bertransformasi dari among tani ke dagang layar. Dalam konteks lebih luas, wilayah pesisir Gunungkidul dan masyarakatnya memiliki potensi dan peluang lebih siap dalam menyongsong “peradaban Samudera Hindia”, sebagaimana visi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Pengalaman dan kesiapan itu tentunya juga menjadi kapasitas dasar yang perlu ditangkap oleh pengampu kebijakan untuk dapat ditingkatkan lagi sebagai masyarakat yang menekuni bidang perikanan tangkap, baik dalam peningkatan sarana dan prasarana produksi-pengolahan-penjualan-pemasaran, maupun peningkatan kemampuan sumber daya manusianya.

Pada saat ini, kegiatan perikanan tangkap di Gunungkidul berpusat di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng (Girisubo), dengan statusnya sebagai pelabuhan perikanan pantai yang dikelola oleh UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Diluar itu, terdapat 7 pantai lainnya sebagai pantai nelayan dengan status sebagai pangkalan pendaratan ikan, yaitu: Pantai Nampu (Girisubo), Pantai Siung (Tepus), Pantai Andong (Tepus), Pantai Drini (Tanjungsari), Pantai Baron (Tanjungsari), Pantai Ngrenehan (Saptosari), dan Pantai Gesing (Panggang).

Tentang Penulis: Tugi Widi

Tugi Widi
Lahir Setu Legi awal 1970 di Karangmojo Gunungkidul. Ngulandara ke mana rejeki boleh dihampiri. Gemar membaca, memotret, dan menulis.