Pantai Ngeden: Pantai Eksotis Plus Tidak Berisik Keramaian Pengunjung

oleh
Hamparan pasir putih Pantai Ngeden Krambilsawit Saptosari. Swara/Tugi.

Pantai Ngeden dahulu disebut Pantai Ngedan ini menjadi salah satu destinasi bagi penggemar wisata pantai yang eksotis. Masih alami, bersih, dan relatif sepi karena tidak terlalu berisik dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung secara massal.

Pantai Ngeden merupakan salah satu jajaran pantai di Gunungkidul. Sebelah baratnya adalah pantai Butuh dan Pantai Gesing, sedangkan di sebelah timur ada pantai yang sudah lebih dikenal yaitu Pantai Nguyahan, Pantai Ngobaran, dan Pantai Ngrenehan.

Semua pantai tersebut memang merupakan pantai destinasi wisata, kecuali Pantai Gesing dan Pantai Ngrenehan yang sekaligus juga sebagai TPI (Tempat Pendaratan Ikan). Tempat para nelayan beraktivitas mendaratkan hasil tangkapan lautnya.

Pantai Ngeden secara geografisnya terletak di Dusun Bedalo, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Jarak Pantai Ngeden dari Yogyakarta Kota sekira 55 km. Waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan.

Wisatawan dapat bermain air di hamparan pasir putih Pantai Ngeden yang eksotis. Yang ingin duduk-duduk atau berjemur di hamparan pasir pantai juga dapat memanfaatkan jasa peminjaman tikar dan payung pantai yang disediakan oleh penduduk setempat.

Salah satu kelebihan yang membuat pantai ini eksotis adalah kontur lahan dan bentang alam yang variatif, kondisinya masih asri, vegetasi aslinya belum banyak dirusak, dan belum terlalu banyak polesan bangunan buatan. Hanya saja memang perlu penataan lebih baik lagi agar ruang-ruang publik bagi wisatawan tidak terdesak oleh aneka bangunan dan warung bikinan swadaya masyarakat di waktu mendatang. Demikian juga penataan tempat pembuangan sampah, tempat pembakaran sampah yang semestinya itu perlu diatur agar lebih tertata.

Bila ingin duduk-duduk bercengkerama, wisatawan juga dapat menikmatinya pada beberapa spot nongkrong di bawah pandan pantai pada bukit di sebelah barat dan timur. Bisa juga pada gubug-gubug dan gazebo yang disediakan warga setempat yang sembari berjualan di warung milik mereka.

Yang ingin jogging dan tracking juga terdapat jalur berjalan kaki ke area perbukitan di sebelah barat hamparan pasir pantai. Beberapa warung sederhana juga terdapat di sepanjang jalur pejalan kaki tersebut.

Pantai Ngeden Krambilsawit Saptosari. Swara/Tugi.

Pengunjung yang ingin menikmati aneka jajanan ringan juga dapat membeli di warung-warung sederhana yang disediakan oleh penduduk setempat. Aneka makanan ringan dan aneka minuman tersedia dengan harga yang terjangkau dan wajar.

Untuk makanan ada menu bakso, mie ayam, indomi rebus atau goreng, popmie, aneka camilan ringan. Berbagai aneka minuman juga tersedia, mulai dari teh, kopi, sampai dengan es kelapa muda.

Tampaknya para pedagang yang berjualan di pantai ini juga sudah memahami bagaimana mesti melayani wisatawan dengan sebaik-baiknya. Mematok harga semaunya sendiri bakal mematikan daya tarik wisata. Sampai saat ini tidak ditemukan penjaja makanan atau minuman yang memasang harga seenaknya sendiri.

Akses menuju Pantai Ngeden dapat ditempuh melalui rute Yogya Kota – Patuk _ Gading – Paliyan – Saptosari – jalur jalan baru JJLS ke arah Panggang – setelah pertigaan di depan Balai Desa Jetis Saptosari ambil arah  ke kiri – lurus melewati SMPN 2 Saptosari – SD Negeri Bibis masih lurus – ada pertigaan ke kanan dan memasuki jalan cor blok semen – jalan lurus melewati Balai Desa Krambil Sawit – terus ikuti jalan cor blok semen menuju pantai terus ikuti papan petunjuk menuju ke lokasi pantai.

Akses lainnya menuju Pantai Ngeden juga bisa melalui rute Yogya Kota – Jl Imogiri Timur – Siluk – jalur tanjakan Nawungan – Panggang – ikuti jalur JJLS ke timur, sampai di Balai Desa Jetis Saptosari belok kanan, dan ikuti jalur ke arah pantai seperti rute yang disebutkan sebelumnya.

Tersedia tempat parkir kendaraan yang cukup luas di pantai ini, baik untuk sepeda motor maupun mobil. Yang perlu menjadi perhatian adalah jalur jalan cor blok semen menuju Pantai Ngeden ini sejatinya hanya cukup untuk 1 lajur kendaraan, sehingga apabila berpapasan berlawanan arah, salah satunya mesti berhenti menepi lebih dahulu.

Tidak ada tanjakan dan turunan yang curam dari atau menuju ke pantai ini, sehingga kendaraan besar atau atau kendaran kecil pun dapat menuju ke pantai ini. Hanya saja, karena jalan hanya cukup untuk 1 lajur kendaraan, tidak dianjurkan berwisata ke pantai ini dengan kendaraan bus besar atau bus sedang 3/4.

 

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.