Pemenuhan Kebutuhan BBM Perahu, Nelayan Keluhkan Jauhnya SPBU

oleh
Nelayan di Pantai Ngrenehan sedang memperbaiki jaring. (Knd)

SAPTOSARI,– Nelayan pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul sangat menginginkan keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU) dekat pantai. Pasalnya untuk mencari bahan bakar sebagai kebutuhan melaut, nelayan harus membeli dari pengecer yang harganya sedikit lebih tinggi.

Samto salah satu nelayan warga Padukuhan Sawah, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari mengatakan, kebutuhan bahan bakar khususnya pertalite cukup tinggi. Sekali melaut rata- rata setiap kapal menghabiskan 10-15 liter.

“Harga dari pengecer mencapai Rp. 9.000 per liter. Kalau ada SPBU kan lebih murah,” kata Santo saat ditemui di kawasan Pantai Ngrenehan, Selasa  8 Agustus 2017.

Samto menerangkan, ada sedikitnya 50 kapal yang aktif melaut setiap harinya. Untuk mendapatkan SPBU mereka terpaksa membeli dari pengecer atau harus membeli melalui SPBU yang jaraknya sangat jauh.

“Harapan kami ada pihak swasta yang mau membuka SPBU di pesisir selatan. Karena jelas itu akan sangat membantu kami,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Khoirudin mengatakan, pernah ada pihak swasta yang membuka SPBU di salah satu titik pantai untuk mencukupi kebutuhan nelayan, namun pihaknya kurang begitu paham kenapa SPBU tersebut tutup.

Saat ini menurut Khoirudin DKP Kabupaten belum memiliki kewenangan mengurusi permasalahan bahan bakar bagi nelayan. Melainkan hanya mengurus tangkapan ikan dan pembinaan bagi nelayan.

“Belum ada pembahasan lagi bersama propinsi,” katanya singkat. ( Wibowo)

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.