Pengembangan Padi Organik Mulai Dilirik Petani Gunungkidul

oleh
Pengembangan padi organik varitas Inpari 24 di sawah Gelaran Bejiharjo. Dok; RDW.
Pengembangan padi organik varitas Inpari 24 di sawah Gelaran Bejiharjo. Dok; RDW.

Pola hidup sehat yang akrab dengan lingkungan sudah menjadi kecenderungan baru pada masyarakat. Di sisi lain, sudah terbukti bahwa penggunaan bahan kimia anorganik dalam proses produksi pertanian memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Masyarakat makin menyadari pentingnya hidup sehat, terutama dalam memilih bahan pangan yang aman, sehat dan bergizi untuk dikonsumsi, sehingga menggalakkan petani untuk mengembangkan pertanian secara organik.

Dari kesadaran dan melihat risiko yang diakibatkan penggunaan bahan kimia dalam produksi pertanian, masyarakat petani Gunungkidul sudah mulai mengembangkan padi organik. Pertanian padi organik dapat diartikan sebagai suatu kegiatan usaha pertanian (padi) yang dilakukan secara menyeluruh, dari proses produksi hingga pengolahan, diproses secara alami tanpa menggunakan bahan kimia, sehingga diperoleh hasil yang sehat, bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

Salah satu kelompok tani yang telah mengembangkan padi organik adalah Kelompok Tani Sari Bumi, Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo. Kelompok ini sudah mulai mengembangkan padi organik atau beras sehat sejak 2017 silam pada lahan seluas 5 ha. Padi organik yang dikembangkan adalah varietas Inpari 24.

Pengembangan padi organik memang lebih sulit untuk diterapkan dibandingkan sistem non organik. Namun, kelompokk tani ini terus berjuang keras mengembangkan penanaman padi secara tumpangsari, yaitu sistem mina padi. Dalam praktik pemeliharaannya memang muncul permasalahan baru, yaitu adanya hama pemakan ikan berupa wergul (biawak). Di sisi lain, dari praktik mina padi atau adanya ikan di lahan pertanian, didapati tanaman padi bisa tumbuh baik secara alami tanpa perlu pemberian pupuk kimia.

Dari pengalaman praktik kelompok tani ini, diperoleh pengalaman praktis bahwa pengembangan pertanian organik mampu memberikan keuntungan berupa biaya produksi termasuk pemeliharaan yang jauh lebih rendah dibanding dengan penggunaan bahan anorganik. Di sisi lain, harga jual beras organik daya tawarnya lebih tinggi dibanding beras biasa. Secara kualitas hasil produksi padi organik lebih menyehatkan. (RDW/DispertanGk/Kandar)

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.