Pengendalian Hama Padi untuk Selamatkan Tanaman Musim Tanam II

oleh
Klomtan Rukun Makaryo Desa Pengkok Patuk lakukan pengendalian hama padi musim tanam II. Dok: RY/DispertanGk/Swara.

Kelompok Tani Rukun Makaryo, Panjatan, Pengkok, Patuk melaksanakan Gerdal (Gerakan Pengendalian) Hama Padi, dan telah diikuti oleh 28 orang anggotanya. Gerakan pengendalian hama tersebut dilaksanakan pada akhir Mei 2019 lalu.

Pelaksanaan pengendalian hama padi tersebut mendapatkan pendampingan dari Regu Pengendali  Hama (RPH) Gunungkidul, serta petugas Dinas dan POPT/Pengamat Hama Kecamatan Patuk, Sujaka, STP.

Pengendalian hama padi pada lahan seluas 7 ha tersebut ditemui serangan penyakit tanaman berupa BLB atau Bakteri Hawar Daun atau Kresek seluas 2 ha dengan intensitas ringan.

“Kita jumpai adanya serangan hawar daun bakteri atau BLB dengan intesitas ringan seluas 2 ha. Meski masih kategori ringan, kita kendalikan sebagai antisipasi agar tidak terlambat pengendaliannya.“ kata Sujaka, STP.

Gejala BLB pada padi diketahui dengan adanya daun yang mengering mulai dari pinggir daun, dan apabila lanjut daun akan mengering. Penyakit ini terlihat seperti bercak/spot yang menyebar, dan bisa menular lewat tanah, air dan udara. Penyebab penyakit BLB adalah bakteri Xanthomonas sp.

Untuk pengendalian hama padi tersebut, telah diterapkan prinsip-prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan menggunakan agensia hayati berupa Coryne bakteri dan larutan PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) yang merupakan produk ciptaan sendiri.

Padi yang terserang bakteri hawar daun (BLB) atau serangan penyakit kresek. Dok: RY/DispertanGk/Swara.

Coryne bakteri merupakan bakteri bukan penyakit tanaman yang berfungsi melawan bakteri patogen, sedangkan PGPR dibuat dari sisa sayur dan buah yang diperam dalam larutan air selama 1 minggu sehingga bisa menjadi perangsang tumbuh bagi tanaman.

Kegiatan pengendalian hama padi musim tanam kedua juga telah dilaksanakan di wilayah Tumpak, Ngawu Playen dengan luasan 10 ha dan diikuti 34 orang. Sasaran pengendalian juga bakteri hawar daun/BLB.

Harapan para petani, dengan gerakan pengendalian dapat menyelamatkan padi mereka di musim tanam kedua agar berhasil panen. (RY/DispertanGK/Kandar).

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.