Penting: Jangan Gunakan Tas Plastik Hitam Sebagai Wadah Daging

oleh
Pembinaan higienitas dan sanitasi kepada para pedagang daging potong Pasar Argosari Wonosari. Foto: RUM/RD.

Daging merupakan sumber protein hewani yang mengandung komposisi gizi sangat tinggi, dan asam amino lengkap dan seimbang. Namun, daging hewan mudah rusak. Karena sifat daging yang mudah rusak inilah, maka diperlukan penanganan yang tepat, mulai dari penyembelihan, penyimpanan, distribusi, penjualan, pengolahan hingga siap konsumsi.

Penanganan yang tepat dapat mencegah daging dari kerusakan dan cemaran oleh mikroorganisme yang membahayakan konsumen. Tepatnya langkah penanganan dipengaruhi oleh higienitas dan sanitasi tempat potong hewan dan kios daging. Higienitas meliputi: hygiene bangunan, hygiene peralatan, dan hygiene personal pedagangnya. Sedangkan sanitasi berhubungan dengan kondisi atau perilaku yang menyehatkan yang berkaitan langsung dengan pangan.

Beberapa waktu yang lalu, Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul telah mengadakan kegiatan pembinaan tentang higienitas dan sanitasi kepada para pelaku usaha pedagang daging yang berjualan di Pasar Argosari Wonosari.

Pembinaan ditekankan pada aspek higienitas dan sanitasi untuk menjaga kualitas daging, termasuk hygiene bangunan antara lain penempatan lokasi kios daging dekat dengan pintu keluar pasar, dengan maksud agar konsumen membeli daging pada akhir waktu belanja.

Lokasi kios harus memiliki penerangan yang cukup dan sumber air bersih yang memadai.

Alas dagang harus terbuat dari bahan yang kedap air, tidak mudah berkarat, tidak beracun dan mudah dibersihkan.

Sirkulasi udara harus lancar, langit-langit terbuat dari bahan kedap air dan tinggi minimal 2 meter, serta terdapat instalasi pembuangan sampah dan limbah sesuai persyaratan.

Kemudian, hygiene peralatan di antaranya bahwa peralatan yang berhubungan dengan daging tidak terbuat dari bahan kayu, tidak mudah patah/pecah, tidak beracun dan selalu dalam kondisi bersih. Juga terdapat perlengkapan cuci tangan dilengkapi sabun antiseptik.

Sedangkan hygiene pedagang adalah pedagang daging harus meninggalkan kebiasaan yang bisa mencemari daging seperti: merokok, meludah, bersin, batuk, memakai perhiasan saat berjualan, rambut tidak rapi, memakai make up atau parfum dan kebiasaan memegang hidung, telinga, muka ketika menangani daging.

Selain itu, agar tidak pernah menggunakan plastik hitam sebagai wadah daging. karena merupakan plastik daur ulang yang mungkin sisa wadah pestisida atau kotoran dan proses pembuatannya menggunakan formalin yang tentunya dapat menurunkan kualitas daging. (RUM/RW/Kandar)

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.