Pentingnya Pengawasan Kesehatan Hewan bagi Perlindungan Masyarakat

oleh
Pengawasan kesehatan hewan di Pasar Siyono Harjo. Dok: NT/DispertanGk.

Pengawasan kesehatan hewan terutama ternak sangat penting bagi perlindungan masyarakat. Apalagi belum lama ini di telah ada serangan penyakit antraks pada ternak sapi pada sebuah wilayah desa di Gunungkidul.

Produk hewan pada dasarnya merupakan semua bahan yang berasal dari hewan baik dalam bentuk segar atau telah diolah/diproses untuk keperluan pangan, pertanian, dan lainnya. Produk ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia, namun dapat menjadi media pembawa penyakit hewan terutama zoonosis.

Dalam rangka mencegah dan mengurangi risiko yang dapat membahayakan keselamatan hidup manusia, hewan, dan lingkungan, maka diperlukan pengawasan terhadap unit usaha produk hewan. Hal ini juga sebagai upaya untuk menghindari terganggunya ketenteraman batin masyarakakat. Pengawasan dilakukan baik terhadap produk hewan hewan di tempat budidaya, produksi, pengolahan, pengumpulan dan penjualan, serta pengangkutan.

Dalam rangka kegiatan pengawasan tersebut, maka Seksi Kesehatan Hewan (KESWAN) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESMAVET) Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan kegiatan rutin pengawasan kesmavet di pasar hewan yang ada di wilayah kabupaten Gunungkidul.

Salah satu pasar hewan yang mendapatkan pengawasan secara intensif adalah Pasar Hewan Siyonoharjo Logandeng Playen. Pasar Siyonoharjo beroperasi setiap hari pasaran Wage. Petugas pengawas kesmavet dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul beserta petugas dari UPT Puskeswan Playen melakukan pengawasan Kesmavet di Pasar Hewan Siyonoharjo. Kegiatan Pengawasan ini juga bekerjasama dengan Petugas Babhinkamtibmas Desa Logandeng Playen.

Fokus kegiatan pengawasan ini adalah untuk memeriksa kesehatan ternak sapi atau pun kambing yang keluar masuk di pasar hewan tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kasus kejadian penyakit di pasar hewan yang dapat menular secara cepat.

Pengawasan ini perlu menjadi perhatian karena masih kurangnya kesadaran pemilik ternak maupun pedagang ternak yang ada di pasar hewan untuk melengkapi dokumen surat keterangan kesehatan hewan yang menunjukkan bahwa ternaknya sehat dan layak untuk diperjualbelikan baik untuk dipelihara lagi maupun sebagai ternak yang akan dipotong.

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.