Petani Gunungkidul Terima Bantuan Irigasi Perpompaan

oleh
Bupati Badingah resmikan bantuan irigasi perpompaan di Desa Ngipak Karangmojo. Foto: Wibowo.

Dalam rangka mendukung penyediaan air bagi usaha budidaya pertanian, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian membangun sarana prasarana pertanian pada tahun 2018. Upaya ini mendukung tercapainya swasembada pangan, baik jagung, kedelai atau pajele dan cabe bawang merah (babe) serta peternakan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, di Gunungkidul, infrastuktur air yang dikembangkan antara lain embung, dam parit, irigasi perpompaan da jaringan irigasi tersier (RJIT).

Untuk tahun 2018, melalui program Prasarana dan Sarana Pertanian dibangun dua embung pendukung tanaman pangan, dua unit perpompaan pendukung tanaman pangan, empat unit perpompaan pendukung tanaman hortikultura dan empat unit perpompaan pendukung peternakan.

Bambang mengatakan, pembangunan irigasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan Program UBSUS BABE di Gunungkidul yang saat ini mendapat alokasi sebanyak 60 hektar untuk bawang merah dan cabai keriting sebanyak 75 hektar.

“Dengan bantuan ini diharakan akan menamah luasan tanam, dan menolong pertanian pada musim kemarau. jadi ada penambahan luas tanam dan tentu saja akan menambah pendapatan bagi petani,” katanya, Senin (3/9/2018).

Dalam kesempatan peresmian sarana dan prasarana pertanian yang dilaksanakan di Kelopmpok Tani Rukun, Desa Ngipak, Kecamatan Karangmojo, Bupati Gunungkidul Badingah berharap, infrasktruktur yang sudah dibangun diharapkan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Upaya pemberiaan fasilitas dari pemerintah juga diharapkan dapat menambah luasan tanam dan meningkatkan pendapatan petani.

“Irigasi dan perpompaan ini bisa meningkatkan segala macam hortikultura. Jadi walaupun musim kemarau tetap bisa menanan,”kata Badingah.

Selain memberikan bantuan irigasi, Dinas Tanaman Pangan Gunungkidul juga memberikan bantuan 78 cultivator dan 11 sektor pengembangan sumberdaya air. Diharapkan hal ini dapat membantu kemajuan sektor holtikultura di Gunungkidul. (Wibowo/Kandar)

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.