Pilih Motor Injeksi atau Karburator?

oleh
Mesin motor injeksi vs karburator. Dok: Seputar Otomotif

Di tengah gencar serbuan motor dengan teknologi injeksi, masih banyak anak muda yang memburu sepeda motor dengan teknologi karburator. Terkhusus lagi anak-anak muda yang hobi ngoprek motor untuk diadu balap. Mereka lebih menyukai motor dengan karburator, karena dapat dioprek sesuai selera untuk balapan.

Memang benar, pasar sepeda motor kini mulai disesaki kuda besi dengan sistem pembakaran injeksi. Masing-masing pabrikan motor mengeluarkan produk terbaru dengan teknologi injeksi. Mereka gencar memasarkan dengan embel-embel produk yang semakin irit konsumsi bahan bakar.

Nah, sesungguhnya apa perbedaan mendasar antara teknologi injeksi dengan teknologi karburator? Ikuti penjelasan berikut ini.

Motor dengan teknologi injeksi dikenal lebih irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Penyebabnya, sistem injeksi lebih presisi mengatur bensin dibandingkan dengan karburator. Dengan begitu, lebih baik untuk efisiensi bahan bakar, dan menekan polusi gas buang kendaraan bermotor.

Sementara karburator, bensin disedot dengan pergerakan naik-turun piston. Jadi, berapa volume bensin yang dikeluarkan, tergantung dari pergerakan piston tersebut. Setidaknya karburator memiliki tiga penakar bensin yang disebut jet.

Jet memiliki ukuran lubang tempat bensin akan mengalir yang berbeda-beda. Semakin besar lubangnya, semakin banyak bensin yang dapat lewat.

Perbedaan mendasar karburator dan injeksi, tentu pada proses penghisapan bensin ke ruang bakar. Injeksi sudah menggunakan peranti elektronik seperti injektor yang tugasnya menyemprotkan bensin ke ruang bakar. Sementara itu, karburator masih mengandalkan hisapan yang diperoleh dari pergerakan piston pada silinder.

Sementara persamaan dari karburator dan injeksi ialah, sama-sama berfungsi mencampurkan bahan bakar dengan udara untuk kemudian disalurkan ke dalam ruang bakar, hingga terjadi pembakaran pada mesin.

Pada injeksi, ada alat injektor yang mirip seperti keran bensin, dan dapat membuka dan menutup aliran bensin yang sudah bertekanan sesuai perintah dari ECU (Electronic Control Unit). Cara kerja injektor mirip seperti busi, yaitu mempunyai timing kapan dan berapa lama harus menyemprotkan bensin. Artinya lebih teratur, dan menyuplai sesuai dengan kebutuhan mesin.

Selain itu, pada sistem penyaluran bensin, sistem injeksi sudah menggunakan injektor secara elektronik. Sementara itu, untuk karburator masih menggunakan buka-tutup skep.

Namun dalam urusan tenaga, keduanya sama saja. Artinya, baik injeksi dan karburator tak berarti tenaga menjadi lebih unggul satu sama lain.

Tentang Penulis: Swara1

Swara1
SwaraGunungkidul - Berbagi dan Berdaya