Si Seksi Bolu Emprit

oleh
Roti Bolu Emprit. Foto: Dwiretno/Swara.

Jika ada kompetisi atau ajang adu kecantikan di antara jajanan pasar tempo dulu, pasti penganan satu ini bisa menjadi juara. Bolu Emprit, atau dengan cepat orang mengucapkannya sebagai Bolumprit. Menurut sumber yang saya baca, si cantik Bolu Emprit ini berasal dari Yogyakarta. Dinamai Bolu Emprit karena bentuknya yang mungil. Sekalipun penampilannya nampak keras dan kasar, tetapi sejatinya penganan ini sangat renyah dan fragile, sehingga begitu digigit, pyaaar…, hancur di mulut, dan menghadirkan sensasi krenyes krenyes.

Bolu emprit terbuat dari bahan yang sangat sederhana dan mudah didapat. Cara membuatnyapun sangatlah gampang. Bahan-bahan untuk membuat Bolu Emprit terdiri dari tepung tapioka, parutan kelapa, gula pasir, gula halus, garam, baking powder dan parutan jahe. Sedangkan cara membuatnya, adalah dengan mencampur semua bahan, kemudian menambahkan air sedikit demi sedikit untuk mendapatkan adonan yang kalis. Bisa ditambahkan pewarna makanan untuk mempercantik penampilan kue ini. Setelahnya, adonan didiamkan dengan ditutup plastik selama kurang lebih satu jam. Adonan dicetak dengan cetakan kue dan dipanggang dalam suhu ±180º C selama 25 menit.

Pada perjalanan masa, keberadaan Bolu Emprit tergeser oleh hadirnya rupa-rupa penganan yang berdandan modis, bersolek dalam kemasan indah menarik. Di telinga anak-anak jaman now, pasti Bolu Emprit terdengar asing. Mereka lebih mengenal Macaron, Oreo, Sosis, Kue Lekker, dan lain-lain. Lidah mereka bisa jadi tidak menyukai rasa Bolu Emprit yang sederhana, karena terbiasa menikmati aneka rasa modern kekinian dalam makanan yang terbuat dari bahan aneka rupa dengan banyak tambahan penyedap, pengawet, pemanis serta peningkat rasa dan diolah dengan mesin serba canggih.

Akan tetapi, bagi mereka yang lahir di masa dulu, Bolu Emprit pastilah tetap lekat di hati dan ingatan. Menikmati Bolu Emprit di masa sekarang dijamin dapat menghadirkan suasana nostalgic, membawa kembali kepada romantisme tempo dulu dengan segala kesederhanaan, keluguan, kepolosan, tanpa polesan. Bolu emprit sangat original. Dan, original itu sama dengan kejujuran dan keberanian untuk tampil apa adanya. Dan itu sexy!!

Tentang Penulis: Dwi Retno Wahyuningsih

Dwi Retno Wahyuningsih
Warga Purwosari, Baleharjo. Guru abdi negara, hobby membuat decoupage, menari, membaca, menulis.