, , , ,

Telaga Ledok Mengering di Musim Kemarau

oleh
Telaga Ledok di Dusun Kuwon Pacarejo Semanu. Foto: Tugi/Swara.

Telaga Ledhok. Kuwon Pacarejo Semanu Gk. Di sebelah utara jalan juga ada telaganya, sering disebut Telaga Sureng. Keduanya sesungguhnya memang satu sistem cekungan tanah (masyarakat setempat sering menyebutnya sebagai “ledhokan”) yang akhirnya menjadi tampungan air hujan yang disebut telaga.

Telaga Ledok dan Sureng cukup luas, ada 2 hektar lebih luasnya. Seperti pada umumnya proyek perbaikan telaga, keliling bangunan air ini sangat rapi jali pasangan batu yang diplester mulus-lus. Mungkin saat perbaikan telaga juga dilakukan pengerukan lapisan dasar telaga agar daya tampung menjadi besar. Namun sayang, pertengahan bulan Agustus 2018, telaga ini telah kering kerontang… Kemana hilangnya air yg sewaktu musim hujan kimplah-kimplah di telaga itu? Apakah air telaga turut menghilang karena para penduduk sekitarnya sudah menggantungkan seluruh keperluan airnya dari sediaan jaringan PDAM?

Kurang lebih 2 km di sebelah barat telaga ini ada Candi Dengok, situs percandian bergaya Hindu di pinggir kali kecil yang rimbun bermacam pepohonan. Ada bibis, beringin, asam landha, kepil, kepuh, dan aneka pepohonan lainnya yang umum ditanam masyarakat saat ini. Masih ada air yang keluar dari belik kecil di bawah rerimbunan pohon di pinggir kali kecil dekat situs Candi Dengok.

Tentang Penulis: Tugi Widi

Tugi Widi
Lahir Setu Legi, 1970, di Karangmojo Gunungkidul. Ngulandara ke mana rejeki boleh dihampiri. Gemar membaca, memotret, dan menulis.