Tips Praktis Membedakan Ikan Masih Alami dengan Ikan Sudah Diformalin

oleh
Ciri-ciri ikan berformalin. Dok: dapur.website.

Ikan laut maupun ikan perairan darat adalah sumber pangan dengan kandungan protein terbaik. Sayangnya konsumsi ikan di Gunungkidul masih tergolong rendah. Di sisi lain, terkadang ada semacam kekhawatiran masyarakat bahwa ikan yang dijual di pasaran kebanyakan sudah diawetkan dengan formalin atau boraks.

Dalam kegiatan Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul melalui Seksi Sarana dan Prasarana Tangkap Bidang Perikanan Tangkap di Rumah Makan M’Numani Wonosari pada Selasa (12/3), dijelaskan dengan gamblang bagaimana cara membedakan ikan itu masih segar alami dengan ikan yang sudah diawetkan dengan bahan berbahaya seperti formalin atau boraks.

Irham Manuarfa Perdhana SPi, salah satu narasumber pelatihan menjelaskan, cara paling mudah mengetahui ikan yang mengandung formalin adalah pertama dengan melihat ikan tersebut dihinggapi oleh lalat atau tidak. Ikan yang tidak dihinggapi lalat mengindikasikan mengandung formalin. Yang kedua adalah ikan yang mengandung formalin biasanya warnanya lebih mengkilat dan teksturnya keras.

Kemudian, aroma dari ikan yang mengandung formalin tidak seperti aroma khas ikan. Untuk memastikan, dapat juga dilakukan uji sampel ikan dengan reagen formalin. Ilham menambahkan, produk yang sering ditambah dengan formalin adalah terinasi.

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.