Tips Praktis Menolong Rekan atau Saudara yang Mengalami Depresi

oleh
Tolong menolong. Dok: Intisarionline.

Ketika tetangga, teman, sanak saudara, atau pasangan hidup kita sedang mengalami depresi, dalam hati nurani muncul keinginan kuat untuk menolong dan membantu agar pulih seperti sedia kala. Namun, kita terkadang mengalami kebingungan dan keraguan.

Pikiran justru menjadi campur aduk, timbul pertanyaan apa yang sesungguhnya terjadi, mesti bersikap atau berkata-kata bagaimana, dan apa yang bisa dilakukan agar mampu meringankan beban dan membantu segera pulih. Padahal, dukungan dari sahabat dan keluarga sungguh berperan penting bagi pemulihan seseorang yang sedang mengalami depresi.

Berikut ini dipaparkan tips praktis menolong teman yang mengalami depresi:

1.Dukung Mereka untuk Mendapatkan Pertolongan

Perlu dipahami, kita tidak dapat memaksa seseorang untuk meminta tolong apabila dia tidak menginginkannya, sehingga menjadi penting untuk menegaskan pernyataan bahwa kita sungguh menyayanginya dan menyarankan menjadi sesuatu yang baik ketika menghadapi situasi seperti ini segera mencari pertolongan.

Kita bisa kembali menegaskan bahwa pasti ada pihak yang mampu memberikan pertolongan, entah itu kita, rekan kita, orang yang kita tuakan, pemuka agama, atau profesional psikolog atau psikiater.

2.Terbukalah tentang Masalah yang Dihadapi

Banyak orang mengalami perasaan yang begitu sulit untuk bisa membuka diri dan mampu berbicara tentang perasaan mereka. Saat menghadapi situasi seperti ini, kita mesti bersikap terbuka tentang diri kita, bahwa kondisi depresi dan emosi yang sulit bisa menimpa siapa saja, sehingga teman atau anggota keluarga kita yang mengalami depresi menjadi paham bahwa boleh saja membicarakan tentang apa yang mereka alami.

Hal terbaik yang dapat kita lakukan hanyalah cukup dengan mendengarkan. Kita sering tidak perlu mengatakan apa pun, hanya mau mendengarkan masalah yang dikemukakan seseorang yang sedang depresi membuat mereka merasa tidak sendirian dan terisolasi. Perlu menjadi catatan, mendengarkan itu menyimak apa yang dibicarakan dengan sikap penuh perhatian dan melibatkan perasaan mendalam, sedangkan mendengar itu hanya sekadar mendengar sambil lalu. 

3.Mendekatkan Diri

Orang yang kita sayangi yang sedang mengalami depresi terkadang dalam kondisi tidak bersemangat untuk berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain, karena itu kita patut untuk terus mencoba tetap berhubungan atau berkomunikasi dengan dirinya. Bahkan hanya berkirim SMS atau email untuk memberi tahu mereka bahwa kita memikirkan dirinya bisa membuat perbedaan besar bagi perasaan seseorang.

Sekadar pembicaraan ringan dapat dilakukan dengan rekan kita yang sedang mengalami depresi. Dalam kondisi tanpa tekanan, seseorang yang mengalami depresi justru dapat berbicara tentang kesulitan yang sedang dialaminya.

4.Tidak Menyalahkan

Jika diri kita belum pernah mengalami depresi, mungkin sulit untuk memahami mengapa teman atau anggota keluarga kita tidak bisa ‘melupakannya’. Karena itu, tidak menyalahkan mereka atau memberi terlalu banyak tekanan pada mereka menjadikan orang yang sedang mengalami depresi dapat menjadi lebih baik perasaannya. Menyalahkan orang yang sedang mengalami depresi justru menjadikan perasaan mereka menjadi semakin sensitif, dan bisa membuat mereka menjadi kasar terhadap diri mereka sendiri. 

5.Jaga Keseimbangan

Jika seseorang yang mengalami depresi sedang berjuang, kita mungkin merasa harus mengurus segalanya untuk mereka. Meskipun mungkin berguna untuk membantu mereka melakukan berbagai hal, seperti menjaga pekerjaan rumah tangga atau memasak makanan sehat. Namun, sikap penting yang perlu kita lakukan adalah mendorong mereka melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri.

Setiap orang akan membutuhkan dukungan yang berbeda-beda, jadi kita perlu membicarakan secara lugas kepada seseorang yang sedang mengalami depresi atau anggota keluarganya tentang dukungan apa yang mungkin mereka perlukan dari kita, dan lakukan identifikasi hal-hal apa saja yang dapat mereka coba lakukan sendiri.

6.Peduli terhadap Diri Sendiri

Kesehatan jiwa kita sendiri juga penting, berhadapan dengan orang yang sedang mengalami depresi dan berusaha menolongnya juga bisa membuat kita mengalami tekanan yang tidak ringan. Karena itu kita mesti peduli dan menjaga ketahanan jiwa diri kita sendiri.

Saat menolong orang yang sedang mengalami depresi perlu mendengarkan dengan baik-baik. Jangan cepat-cepat memberikan penilaian. Dan yang paling penting, jangan katakan, “Bergembiralah.” Memulihkan kondisi depresi tidak sesederhana itu. Terkadang solusi tidak diperlukan, jadi kita tidak perlu merasa harus menyediakan semua penyelesaian dari permasalahan yang dihadapi.

***

Referensi: https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/depression/for-friends-and-family/

Tentang Penulis: A Widyaningtyas

A Widyaningtyas
Tinggal di Yogyakarta. Senang memasak, traveling, dan menulis.